
Mendidik Ibu, Mencerdaskan Generasi: Sebuah Refleksi tentang Hak dan Peran Perempuan
Oleh : Rizcka Fatya Rahayu (Mahasiswa Magister Pendidikan Islam UIKA Bogor)
Perempuan adalah makhluk mulia ciptaan Allah yang layak dihormati dan dimuliakan. Seorang perempuan diciptakan dengan kekuatan yang istimewa. Bahkan Rasulullah SAW menegaskan pentingnya peran ibu dalam hadits: seorang sahabat bertanya kepada beliau, “Siapakah yang harus aku utamakan?” Rasulullah menjawab, “Ibumu,” hingga tiga kali, dan barulah pada urutan keempat beliau menyebutkan ayah. Ini menegaskan bahwa Islam sangat menghargai kedudukan perempuan.
Dalam Islam, baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan untuk menuntut ilmu. Pendidikan bagi perempuan sangat penting karena merekalah yang akan mendidik generasi mendatang, mempengaruhi karakter, dan kualitas anak-anak yang menjadi penerus bangsa. Perempuan yang akan menjadi ibu bertanggung jawab sebagai pendidik pertama anak-anak mereka. Mereka memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan anak-anaknya, sehingga peran perempuan dalam keluarga sangat menentukan karakter generasi muda bangsa.
Di Indonesia, tokoh pahlawan seperti R.A. Kartini juga berjuang untuk hak dan pendidikan kaum perempuan. Beliau menginginkan perempuan Indonesia cerdas dan percaya diri, tidak hanya terbatas di ruang domestik. Melalui bukunya, Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menuliskan betapa pentingnya pendidikan bagi perempuan. Salah satu kutipannya berbunyi: “Dari perempuanlah manusia pertama kali menerima pendidikan…” Pendidikan ini sangat penting bagi seluruh kehidupan dan masa depan generasi bangsa.
Selain Kartini, ada tokoh ulama perempuan Nusantara seperti Rahmah El-Yunusiyyah yang memperjuangkan pendidikan perempuan. Beliau membuktikan bahwa perempuan juga bisa berperan di ranah publik tanpa melupakan tugasnya sebagai ibu dan istri. Perempuan yang berpendidikan bukan hanya untuk karier atau pekerjaan, tetapi juga untuk mencerdaskan generasi mendatang.
Pandangan bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena hanya akan berakhir di dapur adalah pandangan yang keliru. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan anak banyak ditentukan oleh ibunya. Perempuan memiliki dua kromosom X, yang berarti memiliki peluang dua kali lebih besar mewariskan kecerdasan dibanding laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk berpendidikan tinggi agar mampu mendidik anak-anaknya dengan baik.
Masyarakat kini semakin terbuka terhadap perempuan yang bekerja atau berkarier. Banyak perempuan Indonesia yang sukses berkarier di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga bisnis dan seni. Namun, Islam menetapkan batasan tertentu bagi perempuan, seperti menutup aurat dan menjaga batas pergaulan dengan laki-laki. Dengan batasan-batasan ini, perempuan tetap bisa berkarier sekaligus menjaga kehormatannya.
Kesimpulannya, perempuan berpendidikan tinggi bukan semata-mata untuk karier, tetapi untuk menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya kelak. Keberhasilan generasi penerus sangat bergantung pada bagaimana seorang ibu mendidik dan menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini.
admin
15 Jul 2026
Post Views: 34 Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Imam Masjid As Sofia) 90 menit pertandingan sepakbola selalu saja berhasil menguji degup jantung dan hati. Pandangan mata enggan berkedip untuk kehilangan momen silih berganti bola yang berpindah kaki. Tidak hanya gol dan kemenangan yang dicari. Selalu ada drama yang menghiasi. Pelajaran berharga …
admin
07 Jul 2026
Post Views: 63 Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Ketua Majelis Wakaf, PCM Bogor Barat) “Tidaklah ada batas yang terang antara saat suka dengan saat duka. Kadang-kadang di dalam duka ini sendiri terdapat suka dan di saat suka terdapat duka .” — Lembaga Budi, Buya HAMKA Tak ada yang benar-benar pasti kecuali …
admin
17 Jun 2026
Post Views: 101 Oleh : Sulaeman Jajuli (Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor) Tangis, tangisan atau menangis adalah rangkain peristiwa fitrah yang sengaja dihadirkan oleh Allah untuk manusia. Allah berfirman-yang artinya-,” Dia-lah yang menciptakan tersenyum dan menangis itu ( Al-Najm : 43). Berkait dengan ayat tersebut, Al-Qurthubi menafsirkan, bahwa Allah-lah hakikatnya yang menciptakan, kenapa kita …
admin
21 Feb 2026
Post Views: 220 Oleh: Sugijanto Soewadi (Pemerhati Sosial, Lingkungan dan Peradaban Islam) Ramadhan Bukan Sekadar Bulan Puasa Setiap tahun umat Islam memasuki satu fase spiritual yang unik: bulan Ramadhan. Namun menariknya, dalam tradisi Islam Ramadhan tidak hanya disebut sebagai “bulan puasa”. Ia memiliki banyak laqab (gelar) yang masing-masing menyimpan makna mendalam. …
admin
02 Jan 2026
Post Views: 198 Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia) Demikian agungnya kedudukan waktu, hingga Allah SWT bersumpah dengannya dalam Kitab-Nya. Imam Al-Shafi’i. rahimahullah bahkan pernah berkata: “لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّورَةَ لَوَسِعَتْهُمْ” “Seandainya manusia merenungkan surah ini (Al-‘Ashr), niscaya ia telah cukup bagi mereka.” Dalam penjelasan lain, beliau menegaskan …
admin
16 Des 2025
Post Views: 156 Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia) Deru berita tentang bencana alam—kebakaran hutan, banjir, badai—tak kunjung reda. Di tengah hantaman gelombang itu, terselip kisah ketangguhan yang tak mudah sirna. Beberapa tahun silam, saya membaca wawancara dengan sepasang lansia di Sydney yang kehilangan segalanya akibat kebakaran hebat. Mereka …
11 Agu 2025 979 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Pada dasarnya, menjadi generasi perintis atau pewaris sama-sama baik. Mau dicari kelebihan dan kekurangannya, ya pasti ada. Tinggal kita mau melihat dari sisi yang mana. Sering kali, kita justru membenturkannya. Seolah-olah generasi perintis adalah generasi terbaik karena memulai dari nol, sedangkan generasi pewaris …
16 Apr 2025 969 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Belakangan ini, antrean panjang di toko-toko emas dan gerai logam mulia jadi pemandangan yang cukup umum. Banyak orang rela menunggu demi bisa membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Fenomena ini bukan tanpa alasan—emas dianggap sebagai aset safe haven, aset yang cukup tangguh dalam menghadapi berbagai …
06 Apr 2025 954 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Setiap menjelang hari raya, khususnya Idulfitri, tradisi pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) jadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Selain yang bersifat formal seperti THR untuk karyawan, ada juga versi yang lebih informal tapi nggak kalah penting: THR untuk keluarga dan kerabat. Tradisi ini sudah mengakar cukup …
04 Jul 2025 906 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Beberapa hari yang lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan menerbitkan izin pendirian Bank Syariah Muhammadiyah. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan segera dimuat di berbagai media. Tak pelak, masyarakat umum—terutama warga Muhammadiyah—ramai membicarakan dan …
21 Mar 2025 900 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah selalu menjadi hal menarik yang ditunggu oleh umat Islam di Indonesia. Dari zaman dulu hingga saat ini, vibes-nya selalu sama. Selalu muncul pertanyaan, apakah puasanya barengan? Lebarannya barengan? Meskipun berkali-kali mengalami perbedaan, dalam hati kecil umat Islam di Indonesia—apa pun …
Comments are not available at the moment.