
Waktu, Ketaatan, dan Keabadian: Belajar Efektivitas Hidup dari Rasulullah SAW

Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia)
Demikian agungnya kedudukan waktu, hingga Allah SWT bersumpah dengannya dalam Kitab-Nya. Imam Al-Shafi’i. rahimahullah bahkan pernah berkata:
“لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّورَةَ لَوَسِعَتْهُمْ”
“Seandainya manusia merenungkan surah ini (Al-‘Ashr), niscaya ia telah cukup bagi mereka.”
Dalam penjelasan lain, beliau menegaskan bahwa surah ini sungguh cukup sebagai pedoman hidup, nasihat, dan bimbingan bagi seluruh manusia.
Kalam Allah SWT dalam Surat Al-‘Ashr yang singkat tetapi padat mendapatkan penjelasan yang sempurna dalam diri Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baik teladan dalam mengelola dan memanfaatkan waktu. Rutinitas harian Beliau, dari fajar hingga fajar berikutnya, senantiasa padat namun tertata, penuh makna dan manfaat. Energinya sungguh luar biasa sehingga beliau hampir tidak pernah mengeluh kelelahan. Demikianlah yang dilukiskan dalam satu paragraf dari buku The Life of Muhammad, yang telah menginspirasi Maryam Jameelah untuk memilih jalan Islam setelah ajaran ‘Yahudi’, ‘Nasrani’, bahkan ‘Ateisme’ tidak kunjung memenuhi hasrat ruhaninya. Inilah satu cahaya dari berlian yang menerangi semesta, satu aspek saja dari pribadi agung yang serba-banyak (multifaceted).
Sebenarnya ada dua hal yang menjadi sebab Jameelah terpesona dengan keindahan Islam, seperti pernah ditulis dalam buku kecilnya “Why I Embraced Islam”: yang pertama adalah Pesona Al-Qur’an dan yang kedua adalah Pesona Muhammad SAW. Al-Qur’an dan Muhammad SAW, pesona keduanya bagaikan dua sisi dari sekeping mata uang, karena pribadi Muhammad SAW pada hakikatnya adalah Al-Qur’an yang berjalan (the Living Quran). Apresiasi Muhammad SAW terhadap waktu tidak hanya terlihat dari mutiara hikmah yang keluar dari mulutnya yang mulia, tetapi amat jelas terwujud dalam sikap dan tingkah lakunya.
Nasihat Rasulullah SAW tentang waktu seperti terus terngiang-ngiang di telinga kita. Hidup di dunia ini terlalu singkat jika dibandingkan dengan perjalanan hidup abadi. Waktu adalah modal berharga yang diberikan Allah kepada semua makhluk-Nya. Maka, alangkah bodohnya seorang yang diberikan modal tetapi dihambur-hamburkannya.
Banyaknya modal tidaklah menentukan kuantitas dan kualitas suatu hasil. Keefektifan, menurut Steven R. Covey, terletak pada keseimbangan antara production (hasil) dan production capacity (kapasitas untuk menghasilkan). Seorang yang ‘berumur’ lebih pendek dari orang lain bukan berarti berkurang kesempatannya untuk beramal, karena waktu bersifat nisbi. Seorang ulama bahkan telah menasihatkan lebih dahulu kepadaku, bahwa jika akhir dari kehidupan adalah kematian, maka ‘panjang’ dan ‘pendeknya’ umur adalah sama. Yang disebut ‘panjang umur’, menurut nasihatnya, bukan sekadar lamanya usia, tetapi ketaatan yang berhasil dipadatkan ke dalamnya.
Bukankah banyak kita saksikan orang yang masih bernapas tetapi sudah ‘mati’, seperti halnya orang yang sudah mati tetapi tetap ‘hidup’ karena ketaatan dan amal salehnya. Rasulullah SAW menasihatkan kepada kita, agar menggunakan lima sebelum datang lima. Memanfaatkan kesempatan sebelum datangnya waktu ‘Ashr, menjelang terbenamnya matahari, ketika kebanyakan orang baru mulai menyadari kerugian yang dialaminya.
Seorang yang telah ‘merasa’ mampu memanfaatkan waktu pun hendaknya tidak merasa puas dengan pencapaiannya, karena orang yang beruntung adalah orang yang hari-harinya selalu lebih baik dari hari sebelumnya. Jika sama saja hari ini dengan hari kemarin maka ‘merugi’-lah ia. Apalagi jika hari-harinya selalu lebih buruk dari hari sebelumnya, maka ‘tercela’-lah ia. Continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) itulah yang akan mengasah ‘pisau’ amal kita, menuju kemenangan yang sejati. Allah SWT telah berfirman bahwa, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS. Al-Insyirah: 7).
Akhirnya, teringatlah aku pada sebuah epigram yang terpahat di Cloister Westminster Abbey, renungan seorang agamawan di usia senjanya:
“Dahulu,” katanya, “aku pernah bercita-cita mulia hendak mengubah dunia. Ketika aku merasa tak berhasil mewujudkannya, aku mulai berpikir untuk mengubah bangsaku dulu. Ketika tak juga berhasil, aku lalu mulai berpikir untuk mengubah lingkungan, lalu keluargaku. Ketika juga tak dapat kuubah keluargaku, maka aku pun mulai berpikir untuk mengubah diriku sendiri. Kini aku berpikir, … seandainya dahulu aku mulai dengan mengubah diriku sendiri, maka sekarang mungkin aku sudah dapat mengubah keluargaku, lingkunganku, bangsaku, atau bahkan dunia.
admin
15 Jul 2026
Post Views: 34 Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Imam Masjid As Sofia) 90 menit pertandingan sepakbola selalu saja berhasil menguji degup jantung dan hati. Pandangan mata enggan berkedip untuk kehilangan momen silih berganti bola yang berpindah kaki. Tidak hanya gol dan kemenangan yang dicari. Selalu ada drama yang menghiasi. Pelajaran berharga …
admin
07 Jul 2026
Post Views: 61 Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Ketua Majelis Wakaf, PCM Bogor Barat) “Tidaklah ada batas yang terang antara saat suka dengan saat duka. Kadang-kadang di dalam duka ini sendiri terdapat suka dan di saat suka terdapat duka .” — Lembaga Budi, Buya HAMKA Tak ada yang benar-benar pasti kecuali …
admin
17 Jun 2026
Post Views: 101 Oleh : Sulaeman Jajuli (Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor) Tangis, tangisan atau menangis adalah rangkain peristiwa fitrah yang sengaja dihadirkan oleh Allah untuk manusia. Allah berfirman-yang artinya-,” Dia-lah yang menciptakan tersenyum dan menangis itu ( Al-Najm : 43). Berkait dengan ayat tersebut, Al-Qurthubi menafsirkan, bahwa Allah-lah hakikatnya yang menciptakan, kenapa kita …
admin
21 Feb 2026
Post Views: 220 Oleh: Sugijanto Soewadi (Pemerhati Sosial, Lingkungan dan Peradaban Islam) Ramadhan Bukan Sekadar Bulan Puasa Setiap tahun umat Islam memasuki satu fase spiritual yang unik: bulan Ramadhan. Namun menariknya, dalam tradisi Islam Ramadhan tidak hanya disebut sebagai “bulan puasa”. Ia memiliki banyak laqab (gelar) yang masing-masing menyimpan makna mendalam. …
admin
16 Des 2025
Post Views: 156 Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia) Deru berita tentang bencana alam—kebakaran hutan, banjir, badai—tak kunjung reda. Di tengah hantaman gelombang itu, terselip kisah ketangguhan yang tak mudah sirna. Beberapa tahun silam, saya membaca wawancara dengan sepasang lansia di Sydney yang kehilangan segalanya akibat kebakaran hebat. Mereka …
admin
04 Sep 2025
Post Views: 561 Oleh : Abdul Rasyid, S.E Kapan Nabi Muhammad SAW lahir? Seringkali kita berbeda pendapat. Ada yang bilang 12 Rabiulawal, ada yang bilang 9 Rabiulawal, bahkan ada juga yang menyebut 10 Rabiulawal. Banyak ulama sepakat tanggal 12 Rabiulawal sebagai hari kelahiran Nabi, termasuk mayoritas masyarakat Indonesia yang memperingatinya setiap tanggal …
11 Agu 2025 977 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Pada dasarnya, menjadi generasi perintis atau pewaris sama-sama baik. Mau dicari kelebihan dan kekurangannya, ya pasti ada. Tinggal kita mau melihat dari sisi yang mana. Sering kali, kita justru membenturkannya. Seolah-olah generasi perintis adalah generasi terbaik karena memulai dari nol, sedangkan generasi pewaris …
16 Apr 2025 969 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Belakangan ini, antrean panjang di toko-toko emas dan gerai logam mulia jadi pemandangan yang cukup umum. Banyak orang rela menunggu demi bisa membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Fenomena ini bukan tanpa alasan—emas dianggap sebagai aset safe haven, aset yang cukup tangguh dalam menghadapi berbagai …
06 Apr 2025 954 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Setiap menjelang hari raya, khususnya Idulfitri, tradisi pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) jadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Selain yang bersifat formal seperti THR untuk karyawan, ada juga versi yang lebih informal tapi nggak kalah penting: THR untuk keluarga dan kerabat. Tradisi ini sudah mengakar cukup …
04 Jul 2025 906 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Beberapa hari yang lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan menerbitkan izin pendirian Bank Syariah Muhammadiyah. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan segera dimuat di berbagai media. Tak pelak, masyarakat umum—terutama warga Muhammadiyah—ramai membicarakan dan …
21 Mar 2025 900 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah selalu menjadi hal menarik yang ditunggu oleh umat Islam di Indonesia. Dari zaman dulu hingga saat ini, vibes-nya selalu sama. Selalu muncul pertanyaan, apakah puasanya barengan? Lebarannya barengan? Meskipun berkali-kali mengalami perbedaan, dalam hati kecil umat Islam di Indonesia—apa pun …
Comments are not available at the moment.