Home » Ekonomi Syariah » Cuan Plan » Jangan Tunggu Murah! Ini Alasan Beli Emas Sekarang Lebih Bijak

Jangan Tunggu Murah! Ini Alasan Beli Emas Sekarang Lebih Bijak

admin 16 Apr 2025 969

Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment)

Belakangan ini, antrean panjang di toko-toko emas dan gerai logam mulia jadi pemandangan yang cukup umum. Banyak orang rela menunggu demi bisa membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Fenomena ini bukan tanpa alasan—emas dianggap sebagai aset safe haven, aset yang cukup tangguh dalam menghadapi berbagai situasi ekonomi, termasuk saat dunia sedang tidak baik-baik saja. Ketika kondisi ekonomi penuh ketidakpastian, harga emas justru cenderung naik, bahkan bisa melejit tajam.

Salah satu kelebihan emas adalah kecenderungan harganya yang terus naik dari tahun ke tahun. Kalau kita melihat grafik atau data historisnya, harga emas hampir selalu naik dalam jangka panjang, meski kadang-kadang mengalami koreksi sementara. Artinya, kita tidak perlu jadi analis keuangan atau menguasai banyak teori untuk bisa berinvestasi emas. Cukup beli ketika ada rezeki lebih, simpan, dan sabar. Konsepnya sesederhana itu.

Berbeda halnya dengan saham. Potensi keuntungannya memang tinggi, tapi juga dibutuhkan pemahaman dan kemampuan analisa yang lebih mendalam. Jika kita bisa masuk di harga rendah, potensi cuannya juga besar saat dijual di harga tinggi. Namun, kalau kita terlanjur masuk di harga yang cukup tinggi, tidak masalah juga—selama perusahaan tempat kita berinvestasi memang bagus dan stabil, masih ada peluang cuan lewat dividen tahunan yang dibagikan. Jadi tetap ada potensi untung, walaupun mungkin perlu waktu lebih lama.

Sementara itu, kalau kita bandingkan dengan deposito, hasilnya terlalu kecil. Bagi hasilnya tidak sebanding jika dibandingkan dengan inflasi. Jadi, kalau ditanya mana yang terbaik, semuanya kembali ke kenyamanan masing-masing. Ada yang cocok di saham, ada yang nyaman di emas, dan ada juga yang senang dengan deposito karena minim risiko. Yang penting, kita paham tujuan dan risikonya.

Emas juga dikenal sebagai salah satu instrumen investasi tertua di dunia. Nilainya tidak pernah lekang oleh waktu. Dari zaman dahulu hingga sekarang, emas tetap menjadi simbol kekayaan dan penyimpan nilai yang dipercaya banyak orang. Tidak heran jika minat masyarakat terhadap emas nyaris tidak pernah surut.

Tren kenaikan harga emas umumnya berkaitan erat dengan situasi ekonomi dan geopolitik global. Ketika inflasi melonjak, harga emas ikut terdorong naik. Ketika terjadi konflik atau perang, emas pun naik lagi. Bahkan saat pandemi COVID-19 melanda dan menciptakan kekacauan di berbagai sektor, harga emas justru menyentuh titik tertingginya sepanjang sejarah. Uniknya, tren kenaikan ini masih bertahan hingga hari ini. Kalaupun sesekali harga emas terkoreksi atau turun, biasanya tidak berlangsung lama. Setelah itu, ia akan kembali naik dan mencetak rekor baru.

Pertanyaannya, apakah membeli emas saat ini merupakan pilihan tepat untuk investasi jangka panjang?

Jika kita bicara soal jangka panjang, jawabannya adalah: iya, membeli emas adalah pilihan yang sangat bijak. Terutama jika kita memproyeksikan investasi ini untuk 5 tahun ke depan atau lebih. Dalam rentang waktu tersebut, potensi kenaikan harga emas cukup signifikan dan bisa memberikan hasil yang sepadan.

Namun, cerita akan berbeda jika tujuan kita adalah investasi jangka pendek, misalnya kurang dari satu tahun. Untuk jangka waktu sesingkat itu, emas bukanlah pilihan yang ideal. Mengapa? Karena dalam investasi emas, ada yang namanya spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual. Spread ini bervariasi, tergantung dari platform atau toko tempat kita membeli emas.

Sebagai ilustrasi, jika kita membeli emas hari ini seharga Rp1.800.000 per gram, lalu langsung menjualnya di hari yang sama, harga jualnya bisa saja hanya Rp1.750.000. Padahal, harga pasar belum berubah sama sekali. Tapi karena adanya spread, kita tetap mengalami kerugian. Itulah mengapa emas lebih cocok untuk jangka panjang—karena waktu terbaik untuk menjualnya adalah ketika harga sudah naik cukup jauh dari harga belinya, sehingga bisa menutupi spread dan menghasilkan keuntungan.

Pada prinsipnya, membeli emas kapan saja sebenarnya tetap bisa menjadi keputusan yang baik. Tidak ada waktu yang benar-benar salah selama tujuan keuangan kita sudah jelas. Membeli emas saat harganya tinggi, seperti sekarang ini, juga tidak masalah. Meski ada kemungkinan harga terkoreksi dalam waktu dekat, tetapi dalam jangka panjang, harga emas cenderung naik perlahan namun pasti.

Apalagi kalau kita bisa membeli saat harga emas sedang turun—itu tentu lebih baik. Namun, masalahnya, kita tidak pernah benar-benar tahu kapan harga emas akan turun. Setiap hari kita justru lebih sering melihat berita yang mengatakan bahwa “harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.” Jika kita terlalu sibuk menunggu harga turun, bisa jadi kita justru kehilangan momentum. Alih-alih mendapat harga murah, kita malah melihat harga terus menanjak dari waktu ke waktu.

Jadi, tidak perlu terlalu khawatir soal harga tinggi atau rendah. Kalau memang ada rezeki lebih, langsung saja beli emas sesuai kemampuan. Yang penting, niat dan tujuannya sudah jelas. Investasi emas memang bukan tentang mencari keuntungan instan, tapi soal ketekunan dan kesabaran dalam jangka panjang. Insya Allah, harga emas akan terus naik seiring waktu, dan kita bisa menikmati hasilnya nanti dengan tenang.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
IPO Saham: Mulai dari Receh, Untungnya Tidak Receh

admin

27 Jun 2026

Post Views: 100         Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment Strategist) Bagi banyak orang, investasi di saham itu mengerikan. Yang pertama kali muncul di pikiran orang awam, saham identik dengan modal jutaan hingga miliaran rupiah. Belum lagi masyarakat sudah terlanjur takut begitu mendengar kata “investasi”, karena berita investasi bodong …

Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?

admin

17 Jun 2026

Post Views: 123         Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Strategist) Harga-harga naik, lapangan kerja makin sempit, dan pemerintah sibuk bicara angka-angka yang tidak kita rasakan. Kondisi geoekonomi dan geopolitik masih menunjukkan tensi yang cukup tinggi, dan negara yang amat kita cintai ini sudah jelas pasti akan terdampak. Tentu saja, …

Tangga Ternak Uang

admin

02 Jan 2026

Post Views: 538     Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Setelah kita selesai evaluasi keuangan, langkah selanjutnya adalah menentukan arah yang jelas untuk keuangan kita. Di sini konsep Tangga Ternak Uang sangat membantu. Konsep ini sederhana tapi cukup membantu memudahkan kita, terdiri dari tujuh langkah yang harus dilakukan berurutan untuk …

Reset Keuangan Akhir Tahun

admin

22 Des 2025

Post Views: 475       Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Akhir tahun selalu menjadi momen yang tepat untuk kita berhenti sejenak dan mengecek lagi bagaimana kondisi keuangan selama setahun terakhir. Di tengah kesibukan sehari-hari kadang kita lupa, waktu ini sebenarnya kesempatan bagus buat kita mencari tahu apa yang sudah …

Takut Ketinggalan, Malah Kehilangan: FOMO Bikin Kita Jadi Investor Panik!

admin

15 Okt 2025

Post Views: 671       Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Beberapa bulan lalu, tepatnya April 2025, emas mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa. Harga emas ANTAM tembus Rp1.960.000 per gram. Banyak orang berduyun-duyun ke Butik Antam, ke toko-toko emas untuk membeli. Bahkan, karena saking ramainya, mereka rela antre panjang sampai tiap …

Emas Pecah Rekor, Sah atau Tidak Jadi Instrumen Investasi?

admin

24 Sep 2025

Post Views: 641       Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Dalam beberapa hari terakhir, harga emas terus melonjak, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Per September 2025, harga emas mencapai USD3.600-3.700 per troy ounce atau setara Rp2 jutaan per gram di pasar domestik. Kenaikan ini sudah lebih dari 40–45% dibanding …

Hot Categories