
Investasi dari Amplop Lebaran: Edukasi Finansial Anak Lewat THR

Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment)
Setiap menjelang hari raya, khususnya Idulfitri, tradisi pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) jadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Selain yang bersifat formal seperti THR untuk karyawan, ada juga versi yang lebih informal tapi nggak kalah penting: THR untuk keluarga dan kerabat. Tradisi ini sudah mengakar cukup kuat di Indonesia, dan jadi bagian dari semangat silaturahim sekaligus berbagi rezeki saat Lebaran.
Berbeda dengan THR karyawan yang diatur secara resmi, THR untuk keluarga dan kerabat itu sifatnya sukarela. Bentuknya pun beragam, bisa uang tunai atau bingkisan—tergantung hubungan dan niat si pemberi. Biasanya diberikan ke orang tua, adik, keponakan, saudara dekat, bahkan saudara jauh yang kita anggap seperti keluarga sendiri.
Nggak ada aturan baku soal nominal, bentuk, atau cara pemberiannya. Justru karena nggak terikat itulah, THR keluarga terasa lebih hangat. Murni karena ingin berbagi. Entah sebagai bentuk perhatian, tanda terima kasih, atau sekadar upaya menyambung lagi tali persaudaraan yang mungkin sudah lama renggang.
—
Untuk orang tua atau mereka yang dituakan, THR biasanya dikemas dalam bentuk bingkisan barang. Kalau berupa uang tunai, kadang rasanya canggung—mau kasih sedikit kok nggak enak, mau kasih banyak, uangnya ngepas karena harus berbagi juga ke yang lain. Serba salah memang, makanya banyak yang lebih nyaman kasih dalam bentuk barang.
Nah, kalau THR buat anak-anak, umumnya dikasih dalam bentuk uang kertas. Nominalnya? Tergantung kebijakan masing-masing. Tapi biasanya, makin dekat hubungan keluarga, makin besar pula jumlah yang dikasih. Sebaliknya, kalau hubungannya agak jauh, nominalnya cenderung kecil—dan ya, nggak jarang disertai senyum malu-malu si pemberi.
Justru anak-anak nih yang sering dapat paling banyak. Soalnya mereka punya banyak jalur: dari orang tua, kakak, om-tante, pakde-bude, sampai tetangga yang merasa “ikut sayang”. Semakin luas jejaring saudara, semakin deras pula aliran THR.
Sayangnya, THR anak-anak ini sering cepat menguap. Namanya juga uang “kaget”, biasanya langsung habis dibelikan mainan, makanan, atau… dititipkan ke orang tuanya, lalu hilang. Masyarakat sering menyebutnya sebagai “investasi bodong”—alias uangnya dititip, tapi nggak balik lagi.
Padahal, meskipun anak-anak belum paham soal jajan atau ngatur duit, tetap aja itu uang mereka. Maka alangkah baiknya kalau THR anak bisa mulai diajarkan untuk dikelola. Sekecil apapun, tetap bisa disisihkan. Bisa untuk ditabung, atau bahkan mulai dikenalkan ke konsep investasi jangka panjang. Tujuannya bukan semata-mata biar jadi kaya dari kecil, tapi biar anak paham kalau rezeki itu perlu dijaga dan dikelola.
Kelihatannya sepele, tapi dari situ anak bisa belajar. Bahwa kalau Allah kasih rezeki lebih—bahkan cuma-cuma—kita juga harus belajar untuk nggak cuma menghabiskannya. Ada yang boleh dinikmati, sebagian bisa buat sedekah, dan sisanya? Ya, bisa banget mulai dipakai buat investasi masa depan.
Jadi nggak ada lagi tuh istilah “investasi bodong” dari uang THR anak. Yang ada, investasi beneran. Soal tempat investasinya, tentu menyesuaikan kondisi. Di tengah ketidakpastian ekonomi sekarang, mungkin emas murni lebih aman dan harganya dari tahu ke tahun cenderung naik. Saham juga bisa jadi pilihan, apalagi kalau pas harganya turun. Tapi ya tetap—risikonya nggak kecil. Cari yang aman-aman aja. Aturan mainnya tetap high risk high return, low risk low return.
admin
27 Jun 2026
Post Views: 100 Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment Strategist) Bagi banyak orang, investasi di saham itu mengerikan. Yang pertama kali muncul di pikiran orang awam, saham identik dengan modal jutaan hingga miliaran rupiah. Belum lagi masyarakat sudah terlanjur takut begitu mendengar kata “investasi”, karena berita investasi bodong …
admin
17 Jun 2026
Post Views: 123 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Strategist) Harga-harga naik, lapangan kerja makin sempit, dan pemerintah sibuk bicara angka-angka yang tidak kita rasakan. Kondisi geoekonomi dan geopolitik masih menunjukkan tensi yang cukup tinggi, dan negara yang amat kita cintai ini sudah jelas pasti akan terdampak. Tentu saja, …
admin
02 Jan 2026
Post Views: 538 Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Setelah kita selesai evaluasi keuangan, langkah selanjutnya adalah menentukan arah yang jelas untuk keuangan kita. Di sini konsep Tangga Ternak Uang sangat membantu. Konsep ini sederhana tapi cukup membantu memudahkan kita, terdiri dari tujuh langkah yang harus dilakukan berurutan untuk …
admin
22 Des 2025
Post Views: 475 Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Akhir tahun selalu menjadi momen yang tepat untuk kita berhenti sejenak dan mengecek lagi bagaimana kondisi keuangan selama setahun terakhir. Di tengah kesibukan sehari-hari kadang kita lupa, waktu ini sebenarnya kesempatan bagus buat kita mencari tahu apa yang sudah …
admin
15 Okt 2025
Post Views: 671 Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Beberapa bulan lalu, tepatnya April 2025, emas mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa. Harga emas ANTAM tembus Rp1.960.000 per gram. Banyak orang berduyun-duyun ke Butik Antam, ke toko-toko emas untuk membeli. Bahkan, karena saking ramainya, mereka rela antre panjang sampai tiap …
admin
24 Sep 2025
Post Views: 641 Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Dalam beberapa hari terakhir, harga emas terus melonjak, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Per September 2025, harga emas mencapai USD3.600-3.700 per troy ounce atau setara Rp2 jutaan per gram di pasar domestik. Kenaikan ini sudah lebih dari 40–45% dibanding …
11 Agu 2025 977 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Pada dasarnya, menjadi generasi perintis atau pewaris sama-sama baik. Mau dicari kelebihan dan kekurangannya, ya pasti ada. Tinggal kita mau melihat dari sisi yang mana. Sering kali, kita justru membenturkannya. Seolah-olah generasi perintis adalah generasi terbaik karena memulai dari nol, sedangkan generasi pewaris …
16 Apr 2025 969 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Belakangan ini, antrean panjang di toko-toko emas dan gerai logam mulia jadi pemandangan yang cukup umum. Banyak orang rela menunggu demi bisa membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Fenomena ini bukan tanpa alasan—emas dianggap sebagai aset safe haven, aset yang cukup tangguh dalam menghadapi berbagai …
06 Apr 2025 954 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Setiap menjelang hari raya, khususnya Idulfitri, tradisi pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) jadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Selain yang bersifat formal seperti THR untuk karyawan, ada juga versi yang lebih informal tapi nggak kalah penting: THR untuk keluarga dan kerabat. Tradisi ini sudah mengakar cukup …
04 Jul 2025 906 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Beberapa hari yang lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan menerbitkan izin pendirian Bank Syariah Muhammadiyah. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan segera dimuat di berbagai media. Tak pelak, masyarakat umum—terutama warga Muhammadiyah—ramai membicarakan dan …
21 Mar 2025 900 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah selalu menjadi hal menarik yang ditunggu oleh umat Islam di Indonesia. Dari zaman dulu hingga saat ini, vibes-nya selalu sama. Selalu muncul pertanyaan, apakah puasanya barengan? Lebarannya barengan? Meskipun berkali-kali mengalami perbedaan, dalam hati kecil umat Islam di Indonesia—apa pun …
Comments are not available at the moment.