
Setipis Peluit Akhir

Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Ketua Majelis Wakaf, PCM Bogor Barat)
“Tidaklah ada batas yang terang antara saat suka dengan saat duka. Kadang-kadang di dalam duka ini sendiri terdapat suka dan di saat suka terdapat duka .”
— Lembaga Budi, Buya HAMKA
Tak ada yang benar-benar pasti kecuali satu istilah yang kita kenal dengan perubahan. Siang dan malam terus berganti, basah hujan jadi kering karena panas matahari, bentuk sabit bulan pun membulat sempurna lalu kemudian menghilang di balik langit. Tangis isak bayi mengundang bahagia orang yang mengharapkannya. Dan kematian seseorang menjadi waris bagi ahlinya. Begitulah, semua pasti berubah kecuali keputusan Allah yang Maha Kuasa.
Allah mendidik manusia melalui silih bergantinya keadaan.
Barangkali karena itulah Buya Hamka pernah berpesan agar kita jangan terlalu tenggelam dalam kesedihan. Sebab jarak antara bahagia dan duka bukanlah sejauh langit dengan bumi, melainkan setipis sehelai daun yang gugur ditiup angin. Kadang hanya dipisahkan oleh satu berita, satu keputusan, atau bahkan satu detik yang mengubah segalanya.
Fans sepak bola di tanggal yang cantik ini banyak kecewa. Tapi tak sedikit pula yang berbahagia.
Portugal resmi terhenti langkahnya di babak 16 besar Piala Dunia 2026, padahal berjuta-juta pendukungnya wabilkhusus pendukung setia Cristiano Ronaldo 7 (CR7) memelihara harapan besar. Tak terelakkan dalam benak pikiran untuk melangkah lebih jauh, semifinal, final, bahkan mengangkat piala yang selama ini diidamkan. Tak hanya sekedar skor besar di papan digital. Ia telah menjelma menjadi doa, menjadi kebanggaan, bahkan menjadi alasan untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat.
Akan tetapi, sepak bola mempunyai tabiat yang sama dengan kehidupan. Ia tidak pernah berjanji kepada siapa pun selain kepada mereka yang bersedia menerima segala kemungkinan.
Ketika peluit panjang berbunyi dan papan skor menunjukkan kemenangan Spanyol, seketika itu pula udara yang semula dipenuhi sorak berubah menjadi sunyi. Mata yang beberapa jam sebelumnya berbinar kini mulai berkaca-kaca. Tidak sedikit yang termenung, seolah kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
Padahal, apakah yang berubah?
Lapangan masih sama. Rumput masih menghijau. Langit pun tidak runtuh. Yang berubah hanyalah keadaan hati manusia.
Betapa tipis sesungguhnya batas antara bahagia dan sedih.
Begitulah kiranya Allah memperlihatkan kuasa-Nya kepada manusia bahwa kegembiraan dan kesedihan adalah dua tamu yang datang silih berganti. Tidak benar bilamana kita senantiasa berharap bahwa salah satunya akan bertahan selamanya pada diri kita yang papa.
Kebahagiaan yang terlalu lama akan membuat siapa saja sombong dan lupa. Sementara kesedihan yang tak kunjung “minggat” hanya akan memahat keputusasaan lebih dalam.
Keduanya sama-sama menjauhkan manusia dari kebeningan jiwa.
Al-Qur’an telah lama mengingatkan,
{ لِّكَیۡلَا تَأۡسَوۡا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمۡ وَلَا تَفۡرَحُوا۟ بِمَاۤ ءَاتَىٰكُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالࣲ فَخُورٍ }
“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,” [Surat Al-Hadid: 23]
Dalam Kalam-Nya itu, Allah SWT sekalipun tak menafikan adanya duka. Pun sama sekali Yang Maha Kuasa tak melarang kita untuk berbahagia. Karena keduanya adalah kodrat bagi hati seorang hamba. Sepatutnya suka maupun duka bisa menjadi ujian yang menghasilkan nilai sempurna, yaitu hamba yang bertakwa.
Bagi setiap mukmin yang dewasa, janganlah terlalu terlena dengan apa yang nampak di mata. Saringlah ia dengan hati yang jernih dan bening. Sikapi dengan iman dan takwa. Syukur dan sabar selalu jadi pondasi untuk melangkah di dunia yang sebentar dan tak lama. Ketahuilah perkara yang sejati. Bahwa hidup di dunia hanya lewat dan permisi. Nikmat hidup yang sebenarnya justru datang setelah mati.
admin
15 Jul 2026
Post Views: 34 Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Imam Masjid As Sofia) 90 menit pertandingan sepakbola selalu saja berhasil menguji degup jantung dan hati. Pandangan mata enggan berkedip untuk kehilangan momen silih berganti bola yang berpindah kaki. Tidak hanya gol dan kemenangan yang dicari. Selalu ada drama yang menghiasi. Pelajaran berharga …
admin
17 Jun 2026
Post Views: 101 Oleh : Sulaeman Jajuli (Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor) Tangis, tangisan atau menangis adalah rangkain peristiwa fitrah yang sengaja dihadirkan oleh Allah untuk manusia. Allah berfirman-yang artinya-,” Dia-lah yang menciptakan tersenyum dan menangis itu ( Al-Najm : 43). Berkait dengan ayat tersebut, Al-Qurthubi menafsirkan, bahwa Allah-lah hakikatnya yang menciptakan, kenapa kita …
admin
21 Feb 2026
Post Views: 220 Oleh: Sugijanto Soewadi (Pemerhati Sosial, Lingkungan dan Peradaban Islam) Ramadhan Bukan Sekadar Bulan Puasa Setiap tahun umat Islam memasuki satu fase spiritual yang unik: bulan Ramadhan. Namun menariknya, dalam tradisi Islam Ramadhan tidak hanya disebut sebagai “bulan puasa”. Ia memiliki banyak laqab (gelar) yang masing-masing menyimpan makna mendalam. …
admin
02 Jan 2026
Post Views: 198 Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia) Demikian agungnya kedudukan waktu, hingga Allah SWT bersumpah dengannya dalam Kitab-Nya. Imam Al-Shafi’i. rahimahullah bahkan pernah berkata: “لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّورَةَ لَوَسِعَتْهُمْ” “Seandainya manusia merenungkan surah ini (Al-‘Ashr), niscaya ia telah cukup bagi mereka.” Dalam penjelasan lain, beliau menegaskan …
admin
16 Des 2025
Post Views: 156 Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia) Deru berita tentang bencana alam—kebakaran hutan, banjir, badai—tak kunjung reda. Di tengah hantaman gelombang itu, terselip kisah ketangguhan yang tak mudah sirna. Beberapa tahun silam, saya membaca wawancara dengan sepasang lansia di Sydney yang kehilangan segalanya akibat kebakaran hebat. Mereka …
admin
04 Sep 2025
Post Views: 561 Oleh : Abdul Rasyid, S.E Kapan Nabi Muhammad SAW lahir? Seringkali kita berbeda pendapat. Ada yang bilang 12 Rabiulawal, ada yang bilang 9 Rabiulawal, bahkan ada juga yang menyebut 10 Rabiulawal. Banyak ulama sepakat tanggal 12 Rabiulawal sebagai hari kelahiran Nabi, termasuk mayoritas masyarakat Indonesia yang memperingatinya setiap tanggal …
11 Agu 2025 979 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Pada dasarnya, menjadi generasi perintis atau pewaris sama-sama baik. Mau dicari kelebihan dan kekurangannya, ya pasti ada. Tinggal kita mau melihat dari sisi yang mana. Sering kali, kita justru membenturkannya. Seolah-olah generasi perintis adalah generasi terbaik karena memulai dari nol, sedangkan generasi pewaris …
16 Apr 2025 969 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Belakangan ini, antrean panjang di toko-toko emas dan gerai logam mulia jadi pemandangan yang cukup umum. Banyak orang rela menunggu demi bisa membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Fenomena ini bukan tanpa alasan—emas dianggap sebagai aset safe haven, aset yang cukup tangguh dalam menghadapi berbagai …
06 Apr 2025 954 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Setiap menjelang hari raya, khususnya Idulfitri, tradisi pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) jadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Selain yang bersifat formal seperti THR untuk karyawan, ada juga versi yang lebih informal tapi nggak kalah penting: THR untuk keluarga dan kerabat. Tradisi ini sudah mengakar cukup …
04 Jul 2025 906 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Beberapa hari yang lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan menerbitkan izin pendirian Bank Syariah Muhammadiyah. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan segera dimuat di berbagai media. Tak pelak, masyarakat umum—terutama warga Muhammadiyah—ramai membicarakan dan …
21 Mar 2025 900 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah selalu menjadi hal menarik yang ditunggu oleh umat Islam di Indonesia. Dari zaman dulu hingga saat ini, vibes-nya selalu sama. Selalu muncul pertanyaan, apakah puasanya barengan? Lebarannya barengan? Meskipun berkali-kali mengalami perbedaan, dalam hati kecil umat Islam di Indonesia—apa pun …
Comments are not available at the moment.