
Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?

Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Strategist)
Harga-harga naik, lapangan kerja makin sempit, dan pemerintah sibuk bicara angka-angka yang tidak kita rasakan. Kondisi geoekonomi dan geopolitik masih menunjukkan tensi yang cukup tinggi, dan negara yang amat kita cintai ini sudah jelas pasti akan terdampak. Tentu saja, sebagaimana yang kita ketahui bersama, Indonesia belum cukup kebal dengan hantaman kondisi ekonomi global.
Selat Hormuz yang terus bergejolak membuat cadangan BBM kita tidak aman. Jika konfliknya mereda lebih awal, atau paling tidak hanya beberapa bulan, mungkin akan baik-baik saja. Meskipun sudah pasti pemerintah akan merogoh kocek lebih dalam untuk menambal subsidi.
Meskipun katanya cadangan BBM kita aman sampai akhir tahun, rasa-rasanya itu hanya untuk meredam tangisan rakyat di bawah sana sementara waktu saja. Jelas, isu seperti ini jika dibiarkan larut bisa mengancam singgasana kekuasaan.
Tapi hari ini, di luar dugaan, tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba orang bangun pagi membaca berita kenaikan harga BBM yang cukup signifikan untuk kelas Pertamax. Pertalite masih dijaga kuat-kuat, belum kepikiran nekat untuk menaikkan. Tentu saja pemerintah sudah menghitung matang-matang soal ini.
Pertamax naik, yang menjerit sudah pasti orang dengan profil ekonomi menengah ke atas. Orang yang berpikir, “Ah, tidak apa-apa beli Pertamax, harganya hanya sedikit lebih mahal daripada Pertalite. Daripada antre panjang dan mengular, mending beli Pertamax.” Itu cerita kemarin. Tapi hari ini mereka bilang, “Ya Allah, kok naiknya nggak kira-kira. Harus beli bensin yang mana lagi kalau begini?”
Kondisi seperti itu sudah pasti akan membuat antrean Pertalite di SPBU semakin panjang. Orang dengan profil ekonomi menengah akan menyesuaikan diri dengan beralih ke Pertalite. Terlalu jauh selisihnya, hitungannya sudah sulit untuk dicerna.
Urusan BBM belum selesai, eh lapangan kerja ikut bermasalah. Hari ini benar-benar semuanya bisa dibilang sulit. Ekonomi sulit berkembang. Lapangan pekerjaan yang dijanjikan tidak lekas diketahui keberadaannya. Mungkin karena judulnya hanya janji politik, jadi ya mungkin akan tetap menjadi janji saja.
Ketidakseimbangan ekonomi ini juga merembet ke pengurangan karyawan di banyak perusahaan dan bisnis skala kecil hingga menengah. Bisa menutup operasional saja sudah untung di tengah semua harga yang serba naik.
Idealnya memang lapangan pekerjaan diciptakan sebanyak mungkin agar masyarakat kelas menengah tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi. Tapi hari ini, mencari pekerjaan saja susah setengah mati. Apalagi mencari pekerjaan dengan upah yang layak, itu jauh lebih sulit.
Kondisi seperti itu pada akhirnya memunculkan fenomena baru. Daripada tidak bekerja, mending jualan. Akhirnya hari ini banyak sekali orang berjualan. Beberapa ada yang berhasil, tetapi banyak di antaranya mengeluh karena sepi pembeli. Semua orang jualan, roda ekonomi tidak bisa berputar. Apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, tentu saja tidak baik.
Bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian ini sangat merisaukan. Penghasilan segitu-gitu saja, tetapi harga barang terus naik. Mau investasi? Lihat IHSG babak belur, tidak bisa beli saham karena uangnya tidak ada. Harga emas turun, tidak bisa beli karena uangnya juga tidak ada. Jangankan investasi, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah harus putar otak.
Kita hanya bisa menikmati puing-puing ekonomi yang mencekik leher, sambil menonton orang-orang kaya atau pejabat menikmati kue ekonomi ini.
Lho iya, bagaimana tidak? Di tengah kondisi ekonomi yang seperti ini, mereka bisa menjual dolar, membeli saham saat diskon besar, dan membeli emas ketika harganya sedang terkoreksi cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Pada akhirnya, senjata terakhir yang kita punya hari ini adalah hemat. Kita perlu bijaksana mengatur semua pengeluaran. Tidak ada yang bisa kita harapkan kecuali diri kita sendiri. Pemerintah paling-paling akan mengimbau masyarakat untuk hemat belanja, tidak boros, dan lain sebagainya. Sudah pasti akan seperti itu.
Oh iya, kabar baiknya, kita ini negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tapi dari dulu ya kita begini-begini saja. Indonesia Emas 2045 katanya, semoga saja benar-benar terwujud. Minimal kita masih punya harapan.
admin
27 Jun 2026
Post Views: 100 Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment Strategist) Bagi banyak orang, investasi di saham itu mengerikan. Yang pertama kali muncul di pikiran orang awam, saham identik dengan modal jutaan hingga miliaran rupiah. Belum lagi masyarakat sudah terlanjur takut begitu mendengar kata “investasi”, karena berita investasi bodong …
admin
02 Jan 2026
Post Views: 538 Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Setelah kita selesai evaluasi keuangan, langkah selanjutnya adalah menentukan arah yang jelas untuk keuangan kita. Di sini konsep Tangga Ternak Uang sangat membantu. Konsep ini sederhana tapi cukup membantu memudahkan kita, terdiri dari tujuh langkah yang harus dilakukan berurutan untuk …
admin
22 Des 2025
Post Views: 475 Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Akhir tahun selalu menjadi momen yang tepat untuk kita berhenti sejenak dan mengecek lagi bagaimana kondisi keuangan selama setahun terakhir. Di tengah kesibukan sehari-hari kadang kita lupa, waktu ini sebenarnya kesempatan bagus buat kita mencari tahu apa yang sudah …
admin
15 Okt 2025
Post Views: 672 Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Beberapa bulan lalu, tepatnya April 2025, emas mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa. Harga emas ANTAM tembus Rp1.960.000 per gram. Banyak orang berduyun-duyun ke Butik Antam, ke toko-toko emas untuk membeli. Bahkan, karena saking ramainya, mereka rela antre panjang sampai tiap …
admin
24 Sep 2025
Post Views: 641 Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Dalam beberapa hari terakhir, harga emas terus melonjak, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Per September 2025, harga emas mencapai USD3.600-3.700 per troy ounce atau setara Rp2 jutaan per gram di pasar domestik. Kenaikan ini sudah lebih dari 40–45% dibanding …
admin
16 Apr 2025
Post Views: 666 Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Belakangan ini, antrean panjang di toko-toko emas dan gerai logam mulia jadi pemandangan yang cukup umum. Banyak orang rela menunggu demi bisa membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Fenomena ini bukan tanpa alasan—emas dianggap sebagai aset safe haven, aset yang cukup tangguh …
11 Agu 2025 979 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Pada dasarnya, menjadi generasi perintis atau pewaris sama-sama baik. Mau dicari kelebihan dan kekurangannya, ya pasti ada. Tinggal kita mau melihat dari sisi yang mana. Sering kali, kita justru membenturkannya. Seolah-olah generasi perintis adalah generasi terbaik karena memulai dari nol, sedangkan generasi pewaris …
16 Apr 2025 969 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Belakangan ini, antrean panjang di toko-toko emas dan gerai logam mulia jadi pemandangan yang cukup umum. Banyak orang rela menunggu demi bisa membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Fenomena ini bukan tanpa alasan—emas dianggap sebagai aset safe haven, aset yang cukup tangguh dalam menghadapi berbagai …
06 Apr 2025 954 views
Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment) Setiap menjelang hari raya, khususnya Idulfitri, tradisi pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) jadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Selain yang bersifat formal seperti THR untuk karyawan, ada juga versi yang lebih informal tapi nggak kalah penting: THR untuk keluarga dan kerabat. Tradisi ini sudah mengakar cukup …
04 Jul 2025 906 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Beberapa hari yang lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan menerbitkan izin pendirian Bank Syariah Muhammadiyah. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan segera dimuat di berbagai media. Tak pelak, masyarakat umum—terutama warga Muhammadiyah—ramai membicarakan dan …
21 Mar 2025 900 views
Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah selalu menjadi hal menarik yang ditunggu oleh umat Islam di Indonesia. Dari zaman dulu hingga saat ini, vibes-nya selalu sama. Selalu muncul pertanyaan, apakah puasanya barengan? Lebarannya barengan? Meskipun berkali-kali mengalami perbedaan, dalam hati kecil umat Islam di Indonesia—apa pun …
Comments are not available at the moment.