Home » Ekonomi Syariah » Cuan Plan » Tangga Ternak Uang

Tangga Ternak Uang

admin 02 Jan 2026 603


 

 

Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist)

Setelah kita selesai evaluasi keuangan, langkah selanjutnya adalah menentukan arah yang jelas untuk keuangan kita. Di sini konsep Tangga Ternak Uang sangat membantu. Konsep ini sederhana tapi cukup membantu memudahkan kita, terdiri dari tujuh langkah yang harus dilakukan berurutan untuk membangun pondasi keuangan yang kuat dan berkelanjutan. Intinya, nggak ada langkah yang bisa dilewati, semua perlu dijalani satu per satu, seperti menaiki anak tangga.

Langkah pertama adalah menabung cash sekitar 10 juta sebagai pegangan awal. Angka ini bukan patokan mutlak, tapi lebih sebagai simbol bahwa kita sudah mulai disiplin menyisihkan dana untuk kebutuhan tak terduga — ya bisa dibilang sebagai semi dana darurat. Banyak yang meremehkan tahap ini, padahal kalau kita punya dana ini, kita jadi nggak gampang panik saat menghadapi masalah tak terduga.

Setelah itu, langkah kedua adalah melunasi semua utang kecil, kecuali KPR. Utang kecil ini memang kadang terlihat remeh, tapi kalau dibiarkan bisa jadi beban berat yang mengganggu rencana keuangan kita. Dengan melunasinya, arus kas jadi lebih lega dan kita bisa bernapas lebih tenang.

Langkah ketiga adalah membangun dana darurat yang cukup untuk 3–6 bulan pengeluaran rutin. Kalau sebelumnya kita baru paham pentingnya, sekarang saatnya benar-benar membangunnya. Tiga langkah awal ini ibarat pondasi rumah finansial kita. Kalau pondasinya kokoh, langkah-langkah selanjutnya akan jauh lebih mudah dijalankan.

Langkah keempat adalah mulai berinvestasi secara konsisten, minimal 20 persen dari penghasilan. Tahap ini adalah fase pertumbuhan. Investasi nggak harus rumit; yang paling penting adalah rutin dan disiplin. Kekayaan sejati dibangun lewat kebiasaan baik yang dilakukan terus menerus, bukan dari keberuntungan sesaat.

Langkah kelima mulai memikirkan masa depan keluarga, yaitu menyiapkan dana pendidikan anak. Biaya pendidikan terus naik setiap tahun, jadi semakin cepat kita mulai menabung, semakin ringan bebannya nanti. Dengan rencana yang matang, kita dapat menghindari tekanan keuangan di waktu mendatang

Langkah keenam adalah melunasi KPR secepat mungkin. KPR biasanya jadi cicilan terbesar dan paling lama dalam hidup. Begitu lunas, ruang untuk mengatur keuangan jadi lebih longgar, dan kita bisa menggunakan dana itu untuk hal-hal yang lebih produktif.

Terakhir, langkah ketujuh adalah membangun kekayaan abadi dan mulai berbagi. Pada tahap ini, tujuan kita bukan hanya hidup cukup, tapi juga meninggalkan manfaat dan warisan untuk orang lain. Ini soal keberlanjutan, memastikan bahwa kekayaan yang kita bangun hari ini bisa dinikmati generasi setelah kita, bukan hanya untuk diri sendiri. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” Lemah di sini maksudnya adalah lemah secara finansial—tidak memiliki bekal yang cukup untuk hidup mandiri dan sejahtera.

Konsep Tangga Ternak Uang ini memberikan panduan yang jelas dan terstruktur. Setiap langkah punya tujuan yang spesifik, dan setiap pencapaian memotivasi kita untuk melangkah ke tahap berikutnya. Dengan memadukan evaluasi akhir tahun dengan konsep ini, kita tidak hanya tahu apa yang terjadi sepanjang tahun, tapi juga tahu dengan pasti apa yang harus dilakukan ke depan. Mengatur keuangan bukan soal mengejar angka besar, tapi soal konsistensi dan keberanian untuk menata prioritas. Dengan langkah kecil yang rutin dijalani, kita bisa membangun masa depan finansial yang kuat—satu tangga demi satu tangga, dengan arah jelas.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
IPO Saham: Mulai dari Receh, Untungnya Tidak Receh

admin

27 Jun 2026

Post Views: 100         Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment Strategist) Bagi banyak orang, investasi di saham itu mengerikan. Yang pertama kali muncul di pikiran orang awam, saham identik dengan modal jutaan hingga miliaran rupiah. Belum lagi masyarakat sudah terlanjur takut begitu mendengar kata “investasi”, karena berita investasi bodong …

Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?

admin

17 Jun 2026

Post Views: 123         Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Strategist) Harga-harga naik, lapangan kerja makin sempit, dan pemerintah sibuk bicara angka-angka yang tidak kita rasakan. Kondisi geoekonomi dan geopolitik masih menunjukkan tensi yang cukup tinggi, dan negara yang amat kita cintai ini sudah jelas pasti akan terdampak. Tentu saja, …

Reset Keuangan Akhir Tahun

admin

22 Des 2025

Post Views: 474       Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Akhir tahun selalu menjadi momen yang tepat untuk kita berhenti sejenak dan mengecek lagi bagaimana kondisi keuangan selama setahun terakhir. Di tengah kesibukan sehari-hari kadang kita lupa, waktu ini sebenarnya kesempatan bagus buat kita mencari tahu apa yang sudah …

Takut Ketinggalan, Malah Kehilangan: FOMO Bikin Kita Jadi Investor Panik!

admin

15 Okt 2025

Post Views: 671       Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Beberapa bulan lalu, tepatnya April 2025, emas mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa. Harga emas ANTAM tembus Rp1.960.000 per gram. Banyak orang berduyun-duyun ke Butik Antam, ke toko-toko emas untuk membeli. Bahkan, karena saking ramainya, mereka rela antre panjang sampai tiap …

Emas Pecah Rekor, Sah atau Tidak Jadi Instrumen Investasi?

admin

24 Sep 2025

Post Views: 641       Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Dalam beberapa hari terakhir, harga emas terus melonjak, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Per September 2025, harga emas mencapai USD3.600-3.700 per troy ounce atau setara Rp2 jutaan per gram di pasar domestik. Kenaikan ini sudah lebih dari 40–45% dibanding …

Ekonomi Syariah di Atas Tanah Sendiri: Visi KH AR Fachruddin

admin

19 Apr 2025

Post Views: 443 Oleh : Dr. Akhmad Arif Amin (Penasihat PCM Bogor Barat) Almarhum KH AR Fachruddin, salah satu tokoh Muhammadiyah, pernah berpesan bahwa: “Daripada tanah dibeli oleh kaum kuffar dan munafiqun, lebih baik warga persyarikatan yang membelinya.” Pandangan ini tidak hanya bernuansa keagamaan, tetapi juga memiliki dasar ekonomi yang kuat. Tanah, menurut beliau, adalah …

Hot Categories