Home » Muslimah » 9 Sifat Bawaan Anak yang Wajib Dipahami dalam Parenting

9 Sifat Bawaan Anak yang Wajib Dipahami dalam Parenting

admin 20 Sep 2024 169

Oleh : Saniatu Aini (Penulis Rubrik Parenting)

Hai moms, siapa di sini yang suka bingung bagaimana parenting yang tepat untuk anak?

Rasanya semua buku parenting sudah dibaca, seminar-seminar bahkan workshop parenting yang dibawakan oleh profesional sudah diikuti. Tapi kok kayaknya tetap saja sulit untuk menerapkan parenting yang tepat kepada anak?

Lantas, parenting seperti apa yang tepat diterapkan untuk anak?

Moms, setiap anak itu sudah pasti unik dan berbeda. Kalau moms punya anak lebih dari satu, tentu moms merasakan sendiri bagaimana perbedaan sifat di antara mereka.

Oleh karena itu, sebelum menerapkan pola parenting yang tepat, moms harus memahami terlebih dahulu sifat bawaan anak.

Ketika moms memahami dengan baik bagaimana sifat bawaan anak, maka moms secara otomatis akan lebih mudah menerapkan pola parenting seperti apa yang tepat untuk diterapkan.

Melansir dari buku Keluarga Kita: Mencintai dengan Lebih Baik yang ditulis oleh Najeela Shihab, terdapat 9 sifat bawaan anak yang wajib dipahami dengan baik oleh orangtua.

Menurut Najeela Shihab (2023), sifat bawaan adalah bagaimana individu bereaksi terhadap sesuatu di luar dirinya. Sifat bawaan ini, dibawa manusia sejak lahir dan tidak dapat diubah. Akan tetapi, perilakunya bisa diarahkan.

Oleh karena itu, orangtua memiliki peran yang sangat penting untuk membantu anak mengelola keunikan dari sifat bawaannya.

Berikut 9 sifat bawaan pada anak:

1. Aktivitas

    Aktivitas merupakan jumlah tenaga yang dikeluarkan oleh tubuh. Ada anak yang cenderung lebih banyak bergerak, dan ada yang justru sebaliknya (lebih banyak diam).

    Coba sekarang pikirkan, kira-kira anak tipikal yang banyak bergerak atau justru lebih banyak diam?

    2. Distraksi

    Distraksi dapat diartikan, bagaimana seseorang dapat teralihkan apabila ada suatu stimulus.

    Ada anak yang sulit fokus (mudah terganggu), tetapi ada juga anak yang mudah fokus dan tidak mudah terpecah konsentrasinya ketika ada suatu gangguan.

    3. Intensitas (respon emosi)

    Intensitas dapat diartikan bagaimana reaksi seseorang untuk menunjukan suasana hatinya. Baik itu suasana hati yang positif, atau suasana hati yang negatif.

    Contoh: Ada anak yang ekspresif memerlihatkan apa yang dirasakan, tetapi ada juga anak yang lebih memilih untuk memendam apa yang dia rasakan.

    4. Keteraturan

    Keteraturan dapat dilihat dari bagaimana anak menjalankan rutinitasnya sehari-hari. Ada anak yang sangat suka apabila tidur, makan, mandi, dll dilakukan di jam tertentu (sama). Tetapi ada juga anak yang justru lebih suka menjalankan aktivitasnya di waktu yang tidak tentu.

    Pertanyaannya, apakah anak memiliki pola makan, tidur, main yang rutin diwaktu tertentu, atau rutinitas harian anak cenderung berubah-rubah?

    5. Ambang sensori

    Ambang sensori merupakan batas toleransi seseorang terhadap suatu stimulus, seperti: suara, tekstur, rasa, dan temperatur.

    Contohnya: Ada anak yang sudah tidur di tempat baru, tetapi ada juga anak yang tidak masalah alias bisa tidur di mana saja.

    6. Pendekatan atau penolakan

    Pendekatan atau penolakan pada anak, dapat dilihat ketika dia menghadapi situasi yang baru.

    Misalnya, ada anak yang senang bertemu dengan orang baru. Tetapi, ada juga anak yang justru merasa sangat tidak nyaman jika bertemu dengan orang yang baru.

    7. Adaptif

    Adaptif dapat diartikan, bagaimana anak bisa cepat atau lambat ketika beradaptasi dengan perubahan atau berhadapan dengan respon yang negatif.

    Contoh: apakah anak mudah menerima kegiatan baru, atau cenderung sulit?

    8. Ketekunan

    Ketekunan seorang anak, dapat dilihat dari seberapa lama dia bisa bertahan ketika menghadapi situasi sulit tanpa menyerah.

    Contohnya: apakah anak mudah teralihkan aktivitasnya ketika menghadapi hambatan, atau justru dia tetap fokus menyelesaikannya?

    9. Suasana hati

    Suasana hati dapat diartikan, bagaimana seorang anak dapat menunjukan kondisi hatinya yang positif dan negatif.

    Misalnya, ada anak yang selalu ceria dalam berbagai situasi, tetapi ada juga anak yang cenderung lebih kaku.

    Dengan memahami sifat bawaan pada anak, kita akan lebih mudah memerlakukan anak sesuai dengan sifatnya. Kita juga jadi paham, bahwa perbedaan respon/reaksi anak merupakan suatu hal yang sangat wajar.

    Perbedaan itulah yang menjadi panduan orangtua untuk memilah dan memilih tipe parenting seperti apa yang tepat diterapkan untuk anak.untuk memilah dan memilih tipe parenting seperti apa yang tepat diterapkan untuk anak.

    Comments are not available at the moment.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked*

    *

    *

    Related post
    Power of ASI: Sehatkan Ibu, Kuatkan Bangsa

    admin

    07 Okt 2025

    Post Views: 208         Oleh : Hanifah, S.Si (Ketua Nasyiatul Aisyiyah Purwoharjo 1 comal) Menyusui bukan hanya proses alami antara ibu dan bayi, tetapi juga merupakan investasi awal yang sangat penting bagi kesehatan jangka panjang keduanya. Di tengah perkembangan zaman dan maraknya pilihan alternatif seperti susu formula, edukasi dan kesadaran (awareness) tentang …

    Positive Parenting: Mendidik Anak dengan Cinta, Bukan dengan Rasa Takut

    admin

    19 Agu 2025

    Post Views: 187 Oleh : Rizcka Fatya Rahayu, M.Pd Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia, bahagia, cerdas, dan percaya diri. Namun, cara mengasuh anak sering kali menjadi tantangan besar sebab pola asuh yang diterapkan akan membentuk karakter anak di masa depan. Ada orang tua yang memilih bersikap tegas dengan …

    Speech Delay Bukan Akhir: Rahasia Intervensi Dini untuk Si Kecil

    admin

    13 Agu 2025

    Post Views: 413 Oleh : Hanifah (Ketua Nasyiatul Aisyiyah Purwoharjo 1 comal) Setiap anak memiliki keunikan masing-masing, terutama dalam proses tumbuh kembangnya. Mereka berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun kognitif. Ada yang lebih awal berjalan, ada pula yang lebih dulu pandai berbicara. Namun, bagaimana jika anak usia dua tahun belum …

    Mendidik Ibu, Mencerdaskan Generasi: Sebuah Refleksi tentang Hak dan Peran Perempuan

    Abdulloh Azzam

    30 Okt 2024

    Post Views: 343 Oleh : Rizcka Fatya Rahayu (Mahasiswa Magister Pendidikan Islam UIKA Bogor) Perempuan adalah makhluk mulia ciptaan Allah yang layak dihormati dan dimuliakan. Seorang perempuan diciptakan dengan kekuatan yang istimewa. Bahkan Rasulullah SAW menegaskan pentingnya peran ibu dalam hadits: seorang sahabat bertanya kepada beliau, “Siapakah yang harus aku utamakan?” Rasulullah menjawab, “Ibumu,” hingga tiga …

    Jajanan Sekolah vs Kesehatan Anak: Fakta di Balik Tren Cuci Darah

    Abdulloh Azzam

    01 Okt 2024

    Post Views: 276 Oleh: Abdulloh Azzam (Penikmat Air Mineral Suti Water) Belakangan ini, banyak beredar di media sosial tentang tren cuci darah di salah satu rumah sakit besar di Jakarta. Yang mengejutkan, sebagian besar pasiennya adalah anak-anak. Bukan cuma sekali dua kali, bahkan beberapa postingan dari rumah sakit lain juga menunjukkan hal yang sama. Jadi, …

    Keluarga Harmonis ala Rasulullah: Cinta, Kesederhanaan, dan Keteladanan

    Abdulloh Azzam

    01 Okt 2024

    Post Views: 246 Syarah Kitab Al Arba’in Ar Rambaniyyah fii I’daad Khair Al Bariyyah(Kumpulan 40 Hadits tentang Pembentukan Generasi Terbaik) karya Assoc. Prof. Dr. KH. Akhmad Alim Lc., MA. Oleh: Ust Ahmad Fathoni, M.E (Ketua Umum PK IMM UIKA 2014-2018) [عن عائشة أم المؤمنين:] خَيْرُكُمْ خَيْرَكُمْ لأهلِهِ وأنا خَيْرُكُمْ لأهلِي وإذا ماتَ صاحِبُكُمْ فَدَعُوهُ .أخرجه الترمذي …

    Hot Categories