Home » Kajian & Hikmah » Akhlak Rasulullah: Inspirasi Bagi Umat dalam Segala Keadaan

Akhlak Rasulullah: Inspirasi Bagi Umat dalam Segala Keadaan

Abdulloh Azzam 01 Nov 2024 145

Syarah Kitab Al Arba’in Ar Rambaniyyah fii I’daad Khair Al Bariyyah
(Kumpulan 40 Hadits tentang Pembentukan Generasi Terbaik)

karya Assoc. Prof. Dr. KH. Akhmad Alim Lc., MA.

Oleh: Ust. Ahmad Fathoni (Ketua Umum IMM UIKA 2014-2018)

عن مسروق بن الأجدع، قال: دَخَلْنَا علَى عبدِ اللهِ بنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُ حِينَ قَدِمَ مُعَاوِيَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إلى الكُوفَةِ فَذَكَرَ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ فَقالَ: لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا، وَقالَ: قالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: إنَّ مِن خِيَارِكُمْ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا. (رواه مسلم)

Dari Masruq bin Al Ajda’ ia berkata, “kami menjumpai Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash ketika ia datang ke Kufah untuk menemui Mu’awiyah bin Abi Sufyan, kemudian ia teringat Rasulullah SAW kemudian berkata, “Rasulullah bukanlah orang yang buruk perangainya.” Kemudian ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda.”sesungguhnya yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Muslim)

Rasulullah -shallaallahu ‘alaihi wasallam- adalah sosok yang dikenang oleh sejarah sebagai sosok yang memiliki kepribadian yang luhur. Allah -Subhanahu wata’aala- mengukuhkan keindahan akhlak Rasulullah dalam surah Al Ahzab ayat 21 :

{ لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِی رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةࣱ لِّمَن كَانَ یَرۡجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلۡیَوۡمَ ٱلۡـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِیرࣰا }

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

Rasulullah -shallaallahu ‘alaihi wasallam- merupakan figur yang utama dan menjadi contoh bagi setiap insan dalam berbagai situasi dan kondisi kehidupan. Imam Al Baghowi menyebutkan dalam tafsirnya berkaitan dengan ayat ini, bahwa sosok Rasulullah adalah contoh yang senantiasa melahirkan kebaikan dalam setiap momen yang beliau hadapi. Rasulullah selalu menjadi inspirasi kebaikan dikala suka maupun duka. Banyak orang mampu untuk menjadi inspirasi ketika mendapati momen kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, sosok Rasulullah senantiasa mampu menginspirasi siapa saja dalam menghadapi perjuangan bahkan di saat kesedihan menyentuh titik terendah dalam kehidupan beliau -shallaallahu ‘alaihi wasallam-.

Imam al Qurthubi -berkaitan dengan ayat ini- menyebutkan riwayat dari Abi Thalhah ketika perang Ahzab berkecamuk dan memaksa kaum muslimin untuk bertahan di dalam kota Madinah menghadapi pengepungan yang dilakukan oleh bangsa arab kala itu. Disebutkan bahwa kelaparan menimpa kaum muslimin sehingga membuat setiap orang mengganjal perutnya masing-masing dengan sebuah batu besar. Dan tatkala mereka hendak mengadu kepada Rasulullah, terkejutlah mereka ketika mendapati ternyata di perut ada dua buah batu besar yang digunakan untuk mengganjal perut beliau yang mulia sebab rasa lapar yang menyiksa. Saat itu pula para sahabat yang hendak mengeluh dikungkung rasa malu sebab ternyata pemimpin mereka merasakan penderitaan melebihi penderitaan yang mereka rasakan.

Itulah indahnya akhlak Rasulullah -shallaallahu ‘alaihi wasallam-. Ketika akhlak kebanyakan orang menjadi penghias diri dan jiwa, akhlak Rasulullah justru menembus batas dan menjadi inspirasi bagi setiap jiwa yang bersih dan sesuai fitrah. Akhlak yang baik adalah tanda keimanan yang kokoh. Setiap orang yang beriman harusnya berakhlak yang baik dan dengannya ia menjadi mukmin yang terbaik. Iman dan akhlak mulia bak busur dan anak panahnya yang tak terpisahkan. Busur tanpa anak panah hanyalah sebongkah kayu dan senar yang melengkung saja, tak banyak yang bisa dimanfaatkan. Pun anak panah tanpa busurnya tak dapat mencapai sasaran yang jauh. Rasul menyebutkan sebaik-baik orang beriman adalah yang paling bagus akhlaknya. hubungannya dengan Allah menguatkan hati dan anggota tubuhnya untuk selalu menjaga dirinya dari menzhalimi dirinya dan juga orang lain.

Akhlak yang baik menjadi penjaga amal seseorang. Orang yang terbiasa berakhlak yang baik menjadikan dirinya terbentengi dari perilaku buruk terhadap orang lain. Hal tersebut membuat amalnya aman dari pengurangan amal sehingga ia tidak menjadi seorang yang bangkrut di akhirat.

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ .رواه مسلم

“Tahukah kalian, Siapakah orang yang mengalami bangkrut berat diantara kalian?” Para sahabat menjawab pertanyaan Nabi: “Mereka adalah orang yang tidak memiliki suatu harta apapun”. “Orang yang menderita bangkrut berat dari umatku adalah orang yang dibangkitkan di hari kemudian dengan membanggakan amal ibadahnya yang banyak, ia datang dengan membawa pahala shalatnya yang begitu besar, pahala puasa, pahala zakat, sedekah, amal dan sebagainya. Tetapi kemudian datang pula menyertai orang itu, orang yang dulu pernah dicaci maki, pernah dituduh berbuat jahat, orang yang hartanya pernah dimakan olehnya, orang yang pernah ditumpahkan darahnya. Semua mereka yang dianiaya orang tersebut, dibagikan amal-amal kebaikannya, sehingga amal kebaikannya habis. Setelah amal kebaikannya habis, maka diambillah dosa dan kesalahan dari orang-orang yang pernah dianiaya, kemudian dilemparkan kepadanya kemudian dicampakkanlah orang itu  ke dalam neraka. (HR. Muslim, No: 2581).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Skuad Bintang vs Skuad Matang: Seni Menahan Diri

admin

15 Jul 2026

Post Views: 34         Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Imam Masjid As Sofia) 90 menit pertandingan sepakbola selalu saja berhasil menguji degup jantung dan hati. Pandangan mata enggan berkedip untuk kehilangan momen silih berganti bola yang berpindah kaki. Tidak hanya gol dan kemenangan yang dicari. Selalu ada drama yang menghiasi. Pelajaran berharga …

Setipis Peluit Akhir

admin

07 Jul 2026

Post Views: 63         Oleh : Ahmad Fathoni, M.E (Ketua Majelis Wakaf, PCM Bogor Barat) “Tidaklah ada batas yang terang antara saat suka dengan saat duka. Kadang-kadang di dalam duka ini sendiri terdapat suka dan di saat suka terdapat duka .”  — Lembaga Budi, Buya HAMKA Tak ada yang benar-benar pasti kecuali …

Meneladani Tangis Rasulullah dalam Menghadapi Akhirat

admin

17 Jun 2026

Post Views: 101  Oleh : Sulaeman Jajuli (Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor) Tangis, tangisan atau menangis adalah rangkain peristiwa fitrah yang sengaja dihadirkan oleh Allah untuk manusia. Allah berfirman-yang artinya-,” Dia-lah yang menciptakan tersenyum dan menangis itu ( Al-Najm : 43). Berkait dengan ayat tersebut, Al-Qurthubi menafsirkan, bahwa Allah-lah hakikatnya yang menciptakan, kenapa kita …

Ramadan : Bulan Multi Nama, Satu Misi Bertransformasi

admin

21 Feb 2026

Post Views: 220         Oleh: Sugijanto Soewadi (Pemerhati Sosial, Lingkungan dan Peradaban Islam) Ramadhan Bukan Sekadar Bulan Puasa Setiap tahun umat Islam memasuki satu fase spiritual yang unik: bulan Ramadhan. Namun menariknya, dalam tradisi Islam Ramadhan tidak hanya disebut sebagai “bulan puasa”. Ia memiliki banyak laqab (gelar) yang masing-masing menyimpan makna mendalam. …

Waktu, Ketaatan, dan Keabadian: Belajar Efektivitas Hidup dari Rasulullah SAW

admin

02 Jan 2026

Post Views: 198       Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia) Demikian agungnya kedudukan waktu, hingga Allah SWT bersumpah dengannya dalam Kitab-Nya. Imam Al-Shafi’i. rahimahullah bahkan pernah berkata: “لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّورَةَ لَوَسِعَتْهُمْ” “Seandainya manusia merenungkan surah ini (Al-‘Ashr), niscaya ia telah cukup bagi mereka.” Dalam penjelasan lain, beliau menegaskan …

Masih Banyak yang Patut Disyukuri: Iman di Tengah Bencana

admin

16 Des 2025

Post Views: 156       Oleh: Rahmat Saptono (Pengajar Manufaktur Logam di Universitas Indonesia) Deru berita tentang bencana alam—kebakaran hutan, banjir, badai—tak kunjung reda. Di tengah hantaman gelombang itu, terselip kisah ketangguhan yang tak mudah sirna. Beberapa tahun silam, saya membaca wawancara dengan sepasang lansia di Sydney yang kehilangan segalanya akibat kebakaran hebat. Mereka …

Hot Categories