Home » Ekonomi Syariah » Cuan Plan » Pegadaian vs BSI: Siapa Raja Bullion Bank Indonesia?

Pegadaian vs BSI: Siapa Raja Bullion Bank Indonesia?

Abdulloh Azzam 10 Feb 2025

Oleh : Abdul Rasyid (Personal Finance & Investment)

Bullion bank adalah lembaga keuangan yang melakukan transaksi logam mulia, seperti emas dan perak, yang sering disebut sebagai bank emas. Kegiatan yang dilakukan oleh bullion bank meliputi pembelian, penjualan, penyimpanan, ekspor, impor, investasi, dan pembiayaan.

Menurut definisi dalam POJK 17/2024, kegiatan usaha bullion adalah kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas dan dilakukan oleh lembaga jasa keuangan. Meskipun Indonesia memiliki salah satu cadangan emas terbesar di dunia, hingga tahun 2024, Indonesia belum memiliki bullion bank.

Pemerintah Indonesia menganggap bahwa pembentukan bullion bank diperlukan karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi emas. Emas memang merupakan aset investasi tertua di dunia dan paling aman terhadap berbagai kondisi ekonomi.

Dengan ketidakpastian ekonomi global, harga saham yang fluktuatif, investasi tanah yang kurang likuid, serta deposito yang tidak terlalu menjanjikan dari segi imbal hasil, emas menjadi pilihan utama. Sejak pandemi COVID-19, harga emas mengalami kenaikan pesat dan terus mencetak rekor tertinggi dalam setahun terakhir.

Instrumen investasi sendiri sangat beragam, mulai dari saham, obligasi, sukuk, reksa dana, crypto, hingga emas. Iklim investasi di Indonesia juga berkembang pesat dalam lima tahun terakhir, ditandai dengan munculnya banyak aplikasi investasi.

Jika dicermati, lembaga yang paling berpotensi memenuhi syarat sebagai bullion bank adalah Pegadaian di bawah holding BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Banyak yang belum tahu bahwa Pegadaian juga menyediakan layanan tabungan emas. Wajar jika dari namanya, masyarakat lebih mengenalnya sebagai tempat menggadaikan barang. Namun, layanan menabung emas sudah tersedia di Pegadaian sejak 2015, sehingga memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam dunia emas. Bahkan, per 4 Januari 2025, PT Pegadaian (Persero) resmi menjadi bullion bank pertama di Indonesia.

BSI juga tidak kalah menarik. Setelah cukup sukses dengan layanan cicil emas, sejak November 2024, BSI mulai menyediakan layanan tabungan emas.

Jika dibandingkan, tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok di antara keduanya. Dari segi akses, Pegadaian lebih mudah ditemukan, karena umumnya tersedia di kecamatan-kecamatan yang ramai, sedangkan BSI lebih banyak berada di kota.

Dari sisi biaya, Pegadaian menggratiskan biaya penitipan emas pada tahun pertama dan mengenakan biaya Rp30.000 per tahun berikutnya. Sementara itu, BSI mengenakan biaya administrasi Rp24.000 per tahun.

Dalam jual beli emas, dikenal istilah spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual emas. Berdasarkan data 7 Februari 2025 di BYOND BSI, harga beli emas per gram adalah Rp1.608.640, sedangkan harga jualnya Rp1.489.000, sehingga spread-nya Rp119.640. Pada tanggal yang sama, harga beli emas di Pegadaian adalah Rp1.548.000 per gram dan harga jualnya Rp1.501.000 per gram, dengan spread Rp47.000. Artinya, dari sisi spread, investasi emas di Pegadaian lebih menguntungkan karena selisihnya lebih kecil. Namun, untuk jangka panjang, biaya penitipan emas di BSI lebih murah.

Baik Pegadaian maupun BSI sama-sama merupakan perusahaan milik negara dengan aset besar. Insya Allah, berinvestasi emas di salah satu atau keduanya tetap aman untuk jangka panjang.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
IPO Saham: Mulai dari Receh, Untungnya Tidak Receh

admin

27 Jun 2026

Post Views: 100         Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment Strategist) Bagi banyak orang, investasi di saham itu mengerikan. Yang pertama kali muncul di pikiran orang awam, saham identik dengan modal jutaan hingga miliaran rupiah. Belum lagi masyarakat sudah terlanjur takut begitu mendengar kata “investasi”, karena berita investasi bodong …

Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?

admin

17 Jun 2026

Post Views: 125         Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Strategist) Harga-harga naik, lapangan kerja makin sempit, dan pemerintah sibuk bicara angka-angka yang tidak kita rasakan. Kondisi geoekonomi dan geopolitik masih menunjukkan tensi yang cukup tinggi, dan negara yang amat kita cintai ini sudah jelas pasti akan terdampak. Tentu saja, …

Tangga Ternak Uang

admin

02 Jan 2026

Post Views: 538     Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Setelah kita selesai evaluasi keuangan, langkah selanjutnya adalah menentukan arah yang jelas untuk keuangan kita. Di sini konsep Tangga Ternak Uang sangat membantu. Konsep ini sederhana tapi cukup membantu memudahkan kita, terdiri dari tujuh langkah yang harus dilakukan berurutan untuk …

Reset Keuangan Akhir Tahun

admin

22 Des 2025

Post Views: 475       Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Akhir tahun selalu menjadi momen yang tepat untuk kita berhenti sejenak dan mengecek lagi bagaimana kondisi keuangan selama setahun terakhir. Di tengah kesibukan sehari-hari kadang kita lupa, waktu ini sebenarnya kesempatan bagus buat kita mencari tahu apa yang sudah …

Takut Ketinggalan, Malah Kehilangan: FOMO Bikin Kita Jadi Investor Panik!

admin

15 Okt 2025

Post Views: 672       Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Beberapa bulan lalu, tepatnya April 2025, emas mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa. Harga emas ANTAM tembus Rp1.960.000 per gram. Banyak orang berduyun-duyun ke Butik Antam, ke toko-toko emas untuk membeli. Bahkan, karena saking ramainya, mereka rela antre panjang sampai tiap …

Emas Pecah Rekor, Sah atau Tidak Jadi Instrumen Investasi?

admin

24 Sep 2025

Post Views: 641       Oleh : Abdul Rasyid, S.E (Personal Finance & Investment) Dalam beberapa hari terakhir, harga emas terus melonjak, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Per September 2025, harga emas mencapai USD3.600-3.700 per troy ounce atau setara Rp2 jutaan per gram di pasar domestik. Kenaikan ini sudah lebih dari 40–45% dibanding …

Hot Categories