Home » Opini » Gaza Tak Terkalahkan: Setahun Melawan Ketidakadilan Global

Gaza Tak Terkalahkan: Setahun Melawan Ketidakadilan Global

admin 27 Sep 2024 211

Oleh : Abdulloh Azzam (Pecinta Gorengan dan Secangkir Kopi)

Tinggal menghitung hari, satu tahun sudah Israel dengan teknologi canggihnya yang didukung oleh negara yang juga dikenal dengan julukan Adidaya. Namun, dengan segala keunggulan tersebut, mereka belum mampu menghancurkan perlawanan Hamas di Gaza secara total. Brigade Hamas, dengan alat seadanya dan tenaga yang terbatas, mampu membuka mata siapa pun bahwa negara adidaya tersebut tidak sekuat atau sehebat yang sering didengungkan.

Hingga saat ini, mereka lebih banyak membunuh rakyat sipil yang terdiri dari anak-anak, perempuan, hingga para lansia yang tidak berdaya. Dengan kejamnya, mereka membabi buta seolah menutup mata dari suara-suara yang mengutuk perbuatannya. Mereka bertindak seolah-olah berada di atas hukum, melanggar semua aturan, dan bahkan lembaga sekelas PBB hanya menjadi bahan cemoohan dan hiburan bagi mereka. Banyak spekulasi bermunculan bahwa PBB sebenarnya tidak memiliki kekuatan nyata, hanya fatamorgana belaka, ilusi yang tak berdaya.

Tindakan brutal Israel juga membuka topeng kebejatan Barat, yang melegitimasi kebijakan mereka. Semua diatur agar terlihat normal demi kepentingan mereka sendiri. Kata “salah” bagi mereka hanya sebuah angan-angan. Praktik genosida dibiarkan, sementara Barat menjadi tameng bagi kejahatan itu.

Merasa gagal di Gaza, Israel kini mencoba babak baru untuk menumpahkan frustrasinya dengan membombardir kawasan sipil di perbatasan Lebanon. Tindakan biadab ini dinormalisasi oleh pemimpin mereka, Netanyahu, yang mengklaim bahwa mereka menyerang tempat penyimpanan amunisi Hizbullah yang katanya disimpan di rumah-rumah warga sipil. Pernyataan pembelaan ini tidak banyak dikecam oleh negara-negara lain. Justru banyak yang diam, seolah-olah menjadi buta dan tuli. Sebagian mengiyakan, sebagian lagi membisu. Barat membenarkan, sementara Timur seolah tak peduli.

Hal ini harus menjadi peringatan mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Di mana suara Arab Raya yang kerap memamerkan kemewahannya di atas darah rakyat sipil Gaza? Bagaimana mungkin pusat peradaban Islam kini hanya bisa membisu? Seolah terbelenggu oleh berbagai kepentingan Barat, hanya memikirkan keuntungan dan kerugian semata.

Ke mana perginya Dunia Islam yang ratusan tahun lalu pernah menjadi kekuatan superpower dan pusat peradaban yang maju jauh di atas Barat? Barat yang dulunya tenggelam dalam kegelapan akibat kepatuhan radikal pada gereja otoriter bangkit dengan tentara salibis yang menghancurkan kekuasaan Islam. Sejak saat itu hingga kini, masih belum ada tanda-tanda persatuan Dunia Islam untuk kembali menjadi kekuatan besar yang disegani.

Namun, benih itu sejatinya telah ada di setiap sudut terowongan Gaza. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu menahan penderitaan demi mempertahankan kiblat pertama umat Islam. Setiap hari, mereka menggali terowongan sambil merajut taktik demi melawan kejahatan Israel yang didukung Barat. Jutaan doa umat Islam mengiringi setiap peluru dan darah yang tertumpah demi kemuliaan umat Islam.

Semoga satu tahun perjuangan para pejuang Gaza ini mampu memberikan pelajaran kepada siapa pun bahwa, pertama, Barat tidak sekuat dan semenakutkan yang kita kira. Kedua, tidak ada sistem internasional yang benar-benar adil, entah itu PBB, hukum internasional, atau lainnya, semuanya hanya formalitas yang berdiri untuk kepentingan mereka sendiri. Ketiga, ada harapan tentang kebangkitan baru Dunia Islam. Keempat, keruntuhan dan kehancuran bagi Israel dan Barat pasti akan datang—tunggu saja!

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
74 Kg Emas: Di Balik Barang Bukti, Ada Krisis Kepercayaan

admin

11 Jul 2026

Post Views: 73         Oleh: Mas Azzam (Pemred pcmbogorbarat.com) Sebanyak 74 kg emas gelondongan dan miliaran rupiah uang tunai diamankan. Kabar ini sempat menggegerkan media sosial di seluruh Indonesia. Konon, emas tersebut merupakan barang bukti dugaan korupsi yang melibatkan salah satu pejabat tinggi di negeri ini. Di sisi lain, opini yang berkembang …

Di Balik My Little Bolu Ketan: Dolar Terkapar, Komedi Jadi Pelarian Krisis

admin

03 Jun 2026

Post Views: 474 Oleh: Mas Azzam (Sekretaris PC Muhammadiyah Bogor Barat) Per 4 Juni ini, 1 USD telah menyentuh Rp18.005. Kanda Bahlil masih fokus mencari talenta pencipta lagu “My Little Bolu Ketan”. Sementara itu, bos MGB digeledah dan akhirnya keluar dari gedung kejaksaan memakai rompi merah muda (pink) sambil diborgol, berjalan santai dengan wajah sedikit …

Kemarau di Depan Mata: Belajar Mitigasi Krisis dari Nabi Yusuf AS

admin

29 Apr 2026

Post Views: 218         Abdul Rasyid, S.E. (Lulusan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB University) BMKG pada bulan Maret kemarin merilis data prediksi musim kemarau tahun 2026. Intinya, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau sejak April, sebagian pada Mei, dan ada pula yang baru mulai Juni 2026. Pergerakannya dimulai dari …

Perempuan, Mimpi, dan Waktu yang Terus Mengejar

admin

26 Mar 2026

Post Views: 401 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Ketua IMM IPB University 2016-2018) Menjadi perempuan bukanlah hal yang sederhana. Dalam setiap fase kehidupan, selalu ada tuntutan yang datang silih berganti. Saat belum menikah, pertanyaan yang muncul adalah, “kapan menikah?” Setelah menikah, berubah lagi menjadi, “kapan punya anak?” Bahkan ketika sudah memiliki anak, pertanyaan itu belum berhenti—“kapan …

Ketika Nisab Terasa Semakin Tinggi: Refleksi Zakat di Tengah Perubahan Ekonomi

admin

10 Mar 2026

Post Views: 372       Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Nisab untuk zakat mal—khususnya zakat penghasilan, perdagangan, serta zakat investasi seperti emas, saldo rekening menganggur, deposito, saham, reksadana, dan sejenisnya—umumnya menggunakan standar 85 gram emas 24 karat. Jika melihat harga emas hari ini, 6 Maret 2026, harga emas Antam bahkan …

Ramadan: Buminya Satu, Mengapa Kita Sulit Bersatu?

admin

14 Feb 2026

Post Views: 239 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Sekretaris PCM Banjarharjo Brebes) Setiap menjelang Ramadan atau Idulfitri, umat Islam kerap dihadapkan pada perbedaan penetapan awal bulan. Perbedaan ini sejatinya bukan karena keinginan untuk menyelisihi, melainkan akibat perbedaan metode dalam memahami dalil dan menentukan awal bulan hijriah. Dalam ilmu falak dikenal istilah matlak, yaitu wilayah berlakunya hasil …

Hot Categories