Home » Opini » Di Balik My Little Bolu Ketan: Dolar Terkapar, Komedi Jadi Pelarian Krisis

Di Balik My Little Bolu Ketan: Dolar Terkapar, Komedi Jadi Pelarian Krisis

admin 03 Jun 2026 403

Oleh: Mas Azzam (Sekretaris PC Muhammadiyah Bogor Barat)

Per 4 Juni ini, 1 USD telah menyentuh Rp18.005. Kanda Bahlil masih fokus mencari talenta pencipta lagu “My Little Bolu Ketan”. Sementara itu, bos MGB digeledah dan akhirnya keluar dari gedung kejaksaan memakai rompi merah muda (pink) sambil diborgol, berjalan santai dengan wajah sedikit tegang.

Kembali ke persoalan dolar, rupiah dibuat babak belur. Lantas, celetukan Presiden masih terngiang, seolah rudal Israel iseng kesasar menghujam hutan sawit di selokan belakang kebun Pak Presiden jauh di seberang pulau sana.

“Kan orang desa enggak pakai dolar,” begitu narasi beliau di salah satu sesi. Lantas, beragam kecaman datang dari seluruh penjuru negeri, dari pakar hingga si awam (contohnya penulis sendiri) ikut berpartisipasi dalam event perkomentaran di media sosial ini.

Ada yang mengingatkan, ada pula yang bercanda sesuai standar pengetahuan masing-masing netizen. Di sisi lain, justru inilah mungkin rasa cinta rakyat kepada pemimpinnya. Karena memang dalam lirik lagu “Mas Bahlil Ganteng” disebut bahwa cinta dan benci itu beda tipis. Barangkali rakyat juga begitu; cinta dan benci, tetapi tidak berdaya. Akhirnya, cuma bisa berkomentar di kolom komentar.

Namun, jangan salah, justru komentar inilah senjata jitu saat ini. Tanpa komentar netizen, apalagi sampai viral, kebijakan tidak akan dilihat dan baru akan didengar oleh para elite serta konconya.

“My Little Bolu Ketan” menjadi babak baru bagi negeri ini untuk menghibur kesengsaraan rupiah di angka Rp18.005. Tenang, selama lagu ini masih FYP di media sosial, negeri ini masih jauh dari kata krisis. Meski Menteri Keuangan di salah satu berita daring bilang pusing, sekali lagi tenang, bos MBG juga sudah diringkus jaksa, katanya.

Hiburan di negeri ini memang tak ada habisnya, hingga seorang lulusan Harvard University pun harus geleng-geleng kepala melihat pincangnya penegakan hukum di negeri ini. Sebut saja Mas Nadiem Gojek.

Kembali ke lagu Mas Bahlil, dinda sampai berhenti memasak saat kanda bilang kalau sudah matang, kompor dimatikan. Semoga negeri ini kembali sehat. Sehat secara ekonomi, sehat secara psikologi.

Mari kita buat rupiah kembali naik takhta. Bukan lewat satu-dua orang, tapi kita semua bisa. Mulai dari mencintai produk lokal dan kurangi jalan-jalan ke luar negeri. Cukup ngopi di Puncak dengan harga “tembak” satu saset kopi 60 ribu rupiah saja. Jangan bawa panci sendiri, hehe.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
74 Kg Emas: Di Balik Barang Bukti, Ada Krisis Kepercayaan

admin

11 Jul 2026

Post Views: 72         Oleh: Mas Azzam (Pemred pcmbogorbarat.com) Sebanyak 74 kg emas gelondongan dan miliaran rupiah uang tunai diamankan. Kabar ini sempat menggegerkan media sosial di seluruh Indonesia. Konon, emas tersebut merupakan barang bukti dugaan korupsi yang melibatkan salah satu pejabat tinggi di negeri ini. Di sisi lain, opini yang berkembang …

Kemarau di Depan Mata: Belajar Mitigasi Krisis dari Nabi Yusuf AS

admin

29 Apr 2026

Post Views: 217         Abdul Rasyid, S.E. (Lulusan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB University) BMKG pada bulan Maret kemarin merilis data prediksi musim kemarau tahun 2026. Intinya, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau sejak April, sebagian pada Mei, dan ada pula yang baru mulai Juni 2026. Pergerakannya dimulai dari …

Perempuan, Mimpi, dan Waktu yang Terus Mengejar

admin

26 Mar 2026

Post Views: 401 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Ketua IMM IPB University 2016-2018) Menjadi perempuan bukanlah hal yang sederhana. Dalam setiap fase kehidupan, selalu ada tuntutan yang datang silih berganti. Saat belum menikah, pertanyaan yang muncul adalah, “kapan menikah?” Setelah menikah, berubah lagi menjadi, “kapan punya anak?” Bahkan ketika sudah memiliki anak, pertanyaan itu belum berhenti—“kapan …

Ketika Nisab Terasa Semakin Tinggi: Refleksi Zakat di Tengah Perubahan Ekonomi

admin

10 Mar 2026

Post Views: 372       Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Nisab untuk zakat mal—khususnya zakat penghasilan, perdagangan, serta zakat investasi seperti emas, saldo rekening menganggur, deposito, saham, reksadana, dan sejenisnya—umumnya menggunakan standar 85 gram emas 24 karat. Jika melihat harga emas hari ini, 6 Maret 2026, harga emas Antam bahkan …

Ramadan: Buminya Satu, Mengapa Kita Sulit Bersatu?

admin

14 Feb 2026

Post Views: 239 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Sekretaris PCM Banjarharjo Brebes) Setiap menjelang Ramadan atau Idulfitri, umat Islam kerap dihadapkan pada perbedaan penetapan awal bulan. Perbedaan ini sejatinya bukan karena keinginan untuk menyelisihi, melainkan akibat perbedaan metode dalam memahami dalil dan menentukan awal bulan hijriah. Dalam ilmu falak dikenal istilah matlak, yaitu wilayah berlakunya hasil …

Iuran Anggota dan Wajah Digital Muhammadiyah

admin

07 Feb 2026

Post Views: 489       Oleh : Abdul Rasyid (Sekretaris PC Muhammadiyah Banjarharjo Brebes) Wacana digitalisasi Muhammadiyah sejatinya bukan hal baru di lingkungan persyarikatan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, isu ini tampak mulai benar-benar digarap secara serius. Barangkali karena disadari bersama bahwa transformasi digital bukan perkara sederhana. Ia menuntut kesabaran, pembiayaan yang tidak sedikit, …

Hot Categories