Home » Opini » Dakwah Melalui Kesehatan: Menyambut Hadirnya Klinik PKU Muhammadiyah Situ Daun

Dakwah Melalui Kesehatan: Menyambut Hadirnya Klinik PKU Muhammadiyah Situ Daun

admin 03 Jun 2025 467

Oleh : Abdulloh Azzam (Sekretaris PC Muhammadiyah Bogor Barat)

Pagi itu, 1 Juni 2025, langit cerah menyambut langkah awal yang penuh harapan di kawasan Situ Daun, Bogor Barat. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Bogor Barat secara resmi memulai pembangunan Klinik PKU Muhammadiyah Situ Daun melalui acara groundbreaking yang berlangsung khidmat dan sarat makna.

Apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah ini bukan semata pembangunan fisik. Ini adalah bukti nyata bahwa dakwah tidak hanya hadir di mimbar dan pengajian, tapi juga melalui pelayanan nyata kepada umat. Klinik ini akan berdiri di atas tanah wakaf Bpk.  H. Wuri, mantan Ketua PCM Bogor Barat, yang menyerahkan hartanya untuk kepentingan umat. Dalam Islam, sedekah jariyah seperti ini memiliki ganjaran yang terus mengalir, bahkan setelah sang wakif tiada.

Kesehatan: Tantangan Nyata Masyarakat Akar Rumput

Kita tidak bisa menutup mata bahwa hingga kini, akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat. Di wilayah seperti Situ Daun dan sekitarnya, fasilitas kesehatan yang mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas belum sepenuhnya merata. Banyak warga masih harus menempuh jarak jauh atau menghadapi antrean panjang hanya untuk mendapatkan penanganan medis dasar.

Kita masih ingat kasus beberapa bulan lalu di salah satu kampung di Bogor Barat. Seorang ibu harus melahirkan di rumah tanpa bantuan medis karena ambulans datang terlambat. Situasi semacam ini memperlihatkan bahwa pembangunan klinik sangatlah relevan dan urgen, terlebih jika dikelola oleh lembaga yang memiliki semangat sosial dan keberpihakan kepada umat.

Muhammadiyah hadir mengisi ruang kosong ini. Klinik PKU bukan sekadar fasilitas kesehatan, tapi juga sarana dakwah. Dakwah yang menyentuh langsung kebutuhan dasar manusia: hak untuk hidup sehat dan bermartabat.

Spirit Dzulhijjah dan Amal Jama’i

Yang menarik, pembangunan ini dimulai pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah—hari-hari yang dalam syariat Islam sangat utama untuk memperbanyak amal shaleh. Groundbreaking ini menjadi momentum yang pas untuk meneguhkan kembali nilai-nilai ukhuwah, pengabdian, dan semangat berbagi.

PCM dan PCA Bogor Barat, bersama warga dan tokoh masyarakat, menunjukkan bahwa dakwah bisa dilakukan secara kolektif, melibatkan semua unsur. Pemerintah desa pun menyatakan dukungan penuh. Ini adalah bentuk amal jama’i yang patut diteladani.

Dalam konteks hari ini, saat banyak layanan kesehatan diprivatisasi dan cenderung berorientasi keuntungan, kehadiran klinik berbasis dakwah menjadi oase yang menyegarkan. Klinik PKU membawa semangat rahmatan lil ‘alamin dalam praktik kesehatan: melayani bukan sekadar karena kewajiban profesi, tapi sebagai bentuk ibadah.

Harapan ke Depan

Kita berharap, Klinik PKU Muhammadiyah Situ Daun dapat segera rampung dan melayani masyarakat dalam waktu dekat. Tentu tantangan akan ada: mulai dari pendanaan, SDM, hingga pengelolaan. Tapi dengan semangat kebersamaan dan ketulusan niat, insyaAllah segala hal bisa diatasi.

Langkah PCM Bogor Barat ini bisa menjadi contoh nyata bagi cabang Muhammadiyah di daerah lain. Bahwa di tengah keterbatasan, selama ada niat baik dan kolaborasi, dakwah bisa hadir dalam bentuk yang sangat konkret—menyentuh kebutuhan umat yang paling mendasar.

Kesehatan bukan sekadar soal medis, tapi tentang keadilan dan keberpihakan. Semoga langkah ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak klinik dakwah di seluruh penjuru negeri.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
74 Kg Emas: Di Balik Barang Bukti, Ada Krisis Kepercayaan

admin

11 Jul 2026

Post Views: 72         Oleh: Mas Azzam (Pemred pcmbogorbarat.com) Sebanyak 74 kg emas gelondongan dan miliaran rupiah uang tunai diamankan. Kabar ini sempat menggegerkan media sosial di seluruh Indonesia. Konon, emas tersebut merupakan barang bukti dugaan korupsi yang melibatkan salah satu pejabat tinggi di negeri ini. Di sisi lain, opini yang berkembang …

Di Balik My Little Bolu Ketan: Dolar Terkapar, Komedi Jadi Pelarian Krisis

admin

03 Jun 2026

Post Views: 474 Oleh: Mas Azzam (Sekretaris PC Muhammadiyah Bogor Barat) Per 4 Juni ini, 1 USD telah menyentuh Rp18.005. Kanda Bahlil masih fokus mencari talenta pencipta lagu “My Little Bolu Ketan”. Sementara itu, bos MGB digeledah dan akhirnya keluar dari gedung kejaksaan memakai rompi merah muda (pink) sambil diborgol, berjalan santai dengan wajah sedikit …

Kemarau di Depan Mata: Belajar Mitigasi Krisis dari Nabi Yusuf AS

admin

29 Apr 2026

Post Views: 218         Abdul Rasyid, S.E. (Lulusan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB University) BMKG pada bulan Maret kemarin merilis data prediksi musim kemarau tahun 2026. Intinya, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau sejak April, sebagian pada Mei, dan ada pula yang baru mulai Juni 2026. Pergerakannya dimulai dari …

Perempuan, Mimpi, dan Waktu yang Terus Mengejar

admin

26 Mar 2026

Post Views: 401 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Ketua IMM IPB University 2016-2018) Menjadi perempuan bukanlah hal yang sederhana. Dalam setiap fase kehidupan, selalu ada tuntutan yang datang silih berganti. Saat belum menikah, pertanyaan yang muncul adalah, “kapan menikah?” Setelah menikah, berubah lagi menjadi, “kapan punya anak?” Bahkan ketika sudah memiliki anak, pertanyaan itu belum berhenti—“kapan …

Ketika Nisab Terasa Semakin Tinggi: Refleksi Zakat di Tengah Perubahan Ekonomi

admin

10 Mar 2026

Post Views: 372       Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Nisab untuk zakat mal—khususnya zakat penghasilan, perdagangan, serta zakat investasi seperti emas, saldo rekening menganggur, deposito, saham, reksadana, dan sejenisnya—umumnya menggunakan standar 85 gram emas 24 karat. Jika melihat harga emas hari ini, 6 Maret 2026, harga emas Antam bahkan …

Ramadan: Buminya Satu, Mengapa Kita Sulit Bersatu?

admin

14 Feb 2026

Post Views: 239 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Sekretaris PCM Banjarharjo Brebes) Setiap menjelang Ramadan atau Idulfitri, umat Islam kerap dihadapkan pada perbedaan penetapan awal bulan. Perbedaan ini sejatinya bukan karena keinginan untuk menyelisihi, melainkan akibat perbedaan metode dalam memahami dalil dan menentukan awal bulan hijriah. Dalam ilmu falak dikenal istilah matlak, yaitu wilayah berlakunya hasil …

Hot Categories