Home » Opini » Revolusi Sampah: Mengubah Kebiasaan, Menyelamatkan Lingkungan

Revolusi Sampah: Mengubah Kebiasaan, Menyelamatkan Lingkungan

Abdulloh Azzam 10 Okt 2024 260

Oleh: Abdulloh Azzam (Pengamat Lingkungan)

Sampah masih menjadi masalah besar di negeri kita. Bahkan soal sampah yang sebenarnya hal dasar, banyak masyarakat yang sepertinya tidak peduli atau tidak mau tahu. Sebelum kita membahas lebih jauh, penting bagi kita yang punya kesadaran untuk belajar tentang apa itu sampah, mengapa disebut sampah, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara membuangnya dengan benar. Ini adalah pengetahuan dasar yang bisa membawa perubahan besar bagi kesehatan lingkungan kita.

Kenapa penting? Karena kesadaran masyarakat tentang sampah masih sangat terbatas. Penulis sampai bingung mau mulai dari mana, karena jujur, kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Bahkan hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya saja masih banyak yang belum bisa dilakukan. Ada orang yang punya lahan sedikit kosong, sudah ditulis peringatan besar-besar “Jangan Buang Sampah”, tapi tetap saja orang-orang membuang sampah di situ.

Kita mulai dari dasar dulu, ya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Jelas, kan? Oke, kita lanjut. Sampah dibagi menjadi beberapa jenis:

  1. Sampah padat (anorganik), yang terdiri dari bahan-bahan seperti kaca, logam, plastik, karet, dan kaleng. Sampah ini tidak mudah membusuk dan sulit diurai oleh bakteri.
  2. Sampah basah (organik), seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan daun, yang mudah membusuk.

Selain itu, ada juga sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik yang butuh penanganan khusus karena sifat atau volumenya.

Setelah tahu apa itu sampah, mari naik ke level berikutnya: cara membuangnya. Sederhananya, buang sampah harus di tempat yang sudah disediakan. Pisahkan sampah sesuai jenisnya, bungkus dengan aman, lalu buang di tempat sampah. Setelah itu, jangan lupa cuci tangan. Mudah, kan?

Setelah paham cara membuang sampah, langkah berikutnya adalah mempraktikkannya dengan konsisten. Setelah kita terbiasa, kita bisa mulai mengajak orang lain—keluarga, tetangga—untuk juga membuang sampah dengan benar. Jangan salah, tidak semua orang tahu cara yang benar, dan sering kali mereka menganggap sampah bukan urusan mereka. Padahal, lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama.

Namun, masalah terbesar sebenarnya adalah rasa malas. Karena malas, banyak orang asal buang sampah sembarangan. Entah di pinggir jalan, sungai, atau bahkan di lahan milik orang lain, yang penting rumah mereka bebas sampah. Lebih parah lagi, ada orang yang melihat lahan kosong langsung gatal ingin buang sampah di sana. Baru satu kantong plastik, tidak lama kemudian tempat itu penuh dengan gunungan sampah.

Makanya, pemerintah perlu bertindak tegas. Kalau perlu, buat aturan yang jelas dengan sanksi tegas. Buang sampah sembarangan harus ada hukumannya yang serius, supaya ada efek jera. Satu kantong sampah saja bisa menyebabkan banjir, penyakit menular, dan masalah lingkungan lainnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
74 Kg Emas: Di Balik Barang Bukti, Ada Krisis Kepercayaan

admin

11 Jul 2026

Post Views: 73         Oleh: Mas Azzam (Pemred pcmbogorbarat.com) Sebanyak 74 kg emas gelondongan dan miliaran rupiah uang tunai diamankan. Kabar ini sempat menggegerkan media sosial di seluruh Indonesia. Konon, emas tersebut merupakan barang bukti dugaan korupsi yang melibatkan salah satu pejabat tinggi di negeri ini. Di sisi lain, opini yang berkembang …

Di Balik My Little Bolu Ketan: Dolar Terkapar, Komedi Jadi Pelarian Krisis

admin

03 Jun 2026

Post Views: 474 Oleh: Mas Azzam (Sekretaris PC Muhammadiyah Bogor Barat) Per 4 Juni ini, 1 USD telah menyentuh Rp18.005. Kanda Bahlil masih fokus mencari talenta pencipta lagu “My Little Bolu Ketan”. Sementara itu, bos MGB digeledah dan akhirnya keluar dari gedung kejaksaan memakai rompi merah muda (pink) sambil diborgol, berjalan santai dengan wajah sedikit …

Kemarau di Depan Mata: Belajar Mitigasi Krisis dari Nabi Yusuf AS

admin

29 Apr 2026

Post Views: 218         Abdul Rasyid, S.E. (Lulusan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB University) BMKG pada bulan Maret kemarin merilis data prediksi musim kemarau tahun 2026. Intinya, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau sejak April, sebagian pada Mei, dan ada pula yang baru mulai Juni 2026. Pergerakannya dimulai dari …

Perempuan, Mimpi, dan Waktu yang Terus Mengejar

admin

26 Mar 2026

Post Views: 401 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Ketua IMM IPB University 2016-2018) Menjadi perempuan bukanlah hal yang sederhana. Dalam setiap fase kehidupan, selalu ada tuntutan yang datang silih berganti. Saat belum menikah, pertanyaan yang muncul adalah, “kapan menikah?” Setelah menikah, berubah lagi menjadi, “kapan punya anak?” Bahkan ketika sudah memiliki anak, pertanyaan itu belum berhenti—“kapan …

Ketika Nisab Terasa Semakin Tinggi: Refleksi Zakat di Tengah Perubahan Ekonomi

admin

10 Mar 2026

Post Views: 372       Oleh : Abdul Rasyid, S.E. (Personal Finance & Investment Specialist) Nisab untuk zakat mal—khususnya zakat penghasilan, perdagangan, serta zakat investasi seperti emas, saldo rekening menganggur, deposito, saham, reksadana, dan sejenisnya—umumnya menggunakan standar 85 gram emas 24 karat. Jika melihat harga emas hari ini, 6 Maret 2026, harga emas Antam bahkan …

Ramadan: Buminya Satu, Mengapa Kita Sulit Bersatu?

admin

14 Feb 2026

Post Views: 239 Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Sekretaris PCM Banjarharjo Brebes) Setiap menjelang Ramadan atau Idulfitri, umat Islam kerap dihadapkan pada perbedaan penetapan awal bulan. Perbedaan ini sejatinya bukan karena keinginan untuk menyelisihi, melainkan akibat perbedaan metode dalam memahami dalil dan menentukan awal bulan hijriah. Dalam ilmu falak dikenal istilah matlak, yaitu wilayah berlakunya hasil …

Hot Categories